Skip to main content

Bencana-bencana Besar – The Extinction

Yap kali ini aku akan membahas tentang kepunahan, kalau sebelum-sebelumnya aku sudah pernah membahas tentang ini dengan judul Dinosaurus Vs Manusia. Dan kali ini aku akan kembali membahas tentang bencana-bencana besar – The Extinction. Kalau sebelumnya aku bawakan dengan agak bercanda, maka kali ini aku akan tuliskan dengan lebih elegan, agar seolah-olah blogku ini semakin bagus muatannya. #LOL. Baiklah silahkan simak pembahasanku disini:

Seperti biasanya, ide untuk menuliskan ini muncul dari sebuah debat sains di Youtube yang  aku tonton di jam makan siang di Lab. Salah satu hal yang paling aku sukai dari debat sains ialah munculnya informasi-informasi baru, pertanyaan unik yang muncul lengkap dengan sudut pandang dari para ahli dan tak lupa juga munculnya jokes-jokes saintifik kala diskusi, sangat seru buatku.

Mengapa Perlu Mempelajari Kepunahan?

Yap! Pertanyaan yang sama pernah muncul di kepalaku. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa para saintis sibuk sekali mempelajari tentang kepunahan yang pernah terjadi pada dinosaurus?

Oke, dinosaurus punah, yaudah biarin. Mungkin ada sebagian dari kalian yang berfikiran seperti itu.

Tetapi pertanyaan tentang “Apa yang menyebabkan kepunahan dinosaurus ini?” sebenarnya sangat menarik.

Apalagi jika kita arahkan pada kerangka berfikir yang lebih besar dengan menambahkan pertanyaan “Apa yang terjadi setelah meteor jatuh?”, “Apa yang terjadi pada ice age? Mengapa terjadi ice age?” dan berujung pada pertanyaan “Apa penyebab kepunahan massal di bumi?”
Baca Juga: Kesalahan Saintis – Penemuan Jantung Dinosaurus

Mengetahui penyebab-penyebab kepunahan massal di bumi ini akan membawa kita pada jawaban tentang pertanyaan baru untuk masa depan “Apakah kepunahan massal akan terulang?”. 

Pertanyaan ini mungkin terasa menakutkan, tetapi kenyataan bahwa umat manusia telah menyadari adanya pertanyaan ini seharusnya menjadi kabar yang cukup melegakan.

Kepunahan Massal

Dalam masa prehistoris, Ilmuwan mengenal ada lima peristiwa kepunahan massal di bumi (5 great mass extinction). Dari kelima peristiwa ini, Ilmuwan berhasil merumuskan penyebab kepunahan tersebut, ada 4 teori tentang penyebab kepunahan makhluk hidup di bumi, yang pertama ialah benturan dengan benda asing (meteor), erupsi volkanik (letusan gunung berapi), perubahan musim secara instant (climate change) dan methan release (tersebarnya gas metan di atmosfer bumi).

Pada awalnya para saintis berfokus pada ide bahwa bencana-bencana besar yang menyebabkan kepunahan tersebut akan berulang, seperti meteor jatuh ataupun erupsi gunung merapi besar. Namun setelah penelitian panjang, ternyata peristiwa ini saling berkaitan.
Baca Juga: Kenapa Meteor Hancur dan Roket Tidak?

Peristiwa benturan dengan benda asing dapat menyebabkan kerusakan yang fatal di bumi, namun lebih parah dari kerusakannya ketika membentur bumi, akibat yang ditimbulkan oleh serpihan dan debu pada saat benturan ini dapat membunuh lebih banyak spesies.

Ketika membentur bumi meteor yang sangat besar akan hancur menjadi debu dan debu ini melapisi atmosfer bumi membuatnya menjadi gelap, atmosfer menjadi gelap dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga menyebabkan tanaman gagal berfotosintesis dan beragam jenis herbivora mati kelaparan, menyusul kemudian ialah karnivora termasuk T-Rex.
Baca Juga: Fakta Ilmiah Dinosaurus

Pun sama halnya dengan benturan besar, erupsi vulkanik juga dapat mengakibatkan kepunahan massal bukan hanya karena panas dari lava ataupun batuan yang dimuntahkan perut bumi, melainkan karena debu dan gas yang keluar dari gunung api ini mampu menutupi matahari.

Peristiwa ini telah diamati pada letusan gunung Krakatau di Indonesia pada 1883. Paska letusan gunung Krakatau debu menutupi langit hingga stratosfer menyebabkan sinar matahari tertutup dan temperatur bumi menurun hingga 5 tahun setelah terjadinya letusan.

Jika benturan dengan meteor dan erupsi vulkanik besar terjadi dalam kurun waktu yang relatif bersamaan maka tidak menutup kemungkinan ini akan menyebabkan terjadinya perubahan musim secara instant (climate change) seperti pada ice age.

Apakah Kepunahan Massal Akan Terjadi Lagi?

Pada tahun-tahun sebelumnya ketika masa awal studi tentang bencana-bencana besar ini, kekhawatiran ilmuwan akan berulangnya kepunahan massal ialah disebabkan karena benturan dengan meteor dan letusan vulkanik.

Oleh karena itu berbagai penelitian dilakukan oleh para astronomer untuk mendeteksi meteor dan mempelajari usaha-usaha untuk menghindari benturan dengan bumi. Saat ini para ahli bahkan mampu menggeser lintasan meteor secara bertahap dalam waktu beberapa tahun sehingga lintasannya tidak menabrak bumi. Baca di sini: Apa Manusia Bisa Menghindari Asteroid?

Kemudian para geolog di dunia masa itu sibuk memetakan jalur api bumi yang disebut “Ring of Fire” untuk mengantisipasi terjadinya erupsi besar baik itu peristiwa letusan gunung berapi maupun gempa bumi.

Menurutku hal yang paling menarik ialah apa yang dipelajari oleh ilmuwan sejak masa lalu tentang kepunahan massal ini akan berakhir pada kesimpulan yang tak terduga. Bahwasannya apa yang mereka khawatirkan di masa lalu mungkin tidak akan pernah terjadi.

Ya! Saat ini setelah mengetahui posisi meteor-meteor di sekitar bumi dan lintasannya dalam 20 tahun mendatang, ilmuwan tidak menemukan bahaya besar yang akan terjadi. Pun sama halnya dengan “Ring of Fire“, tidak ada aktifitas berarti dari energi panas bumi.

Namun ancaman yang ada di depan mata justeru datang dari climate change atau perubahan iklim yang belakangan ini populer disebut dengan “Global Warming“.
Baca Juga: Pengertian dan Dampak Efek Rumah Kaca


Dari berbagai penelitian di masa lalu kita mungkin menyimpulkan bahwa kepunahan massal akan terjadi hanya karena gelombang energi dari benturan meteor ataupun erupsi gunung berapi, tetapi kenyataanya ialah dua bencana-bencana besar ini hanyalah prekursor atau pelopor terlepasnya gas dan debu ke atmosfer bumi.

Jadi penyebab utama kepunahan sebenarnya ialah tertutupnya lapisan bumi oleh debu dan berubahnya temperatur bumi secara drastis.

Pelajaran baru ini agaknya akan memberikan kita gambaran bahwa kita tidak lagi perlu benturan besar ataupun letusan gunung api super-hebat agar terjadi kepunahan massal di bumi, karena manusia akan membuat sejarah.

Manusia telah menjadi penyebab terlepasnya berbagai gas dan debu yang menutupi langit dan mengubah temperatur bumi dengan cepat, hal ini terjadi setiap menitnya dan masih terus berlangsung.

Kita tak perlu lagi menunggu benturan besar ataupun letusan gunung berapi untuk melihat kepunahan massal karena pelepasan gas-gas berbahaya di atmosfer bumi telah kita lakukan sejak era revolusi industri.

Oh ya, sudah aku sebutkan sebelumnya bahwa salah satu teori kepunahan massal yang populer ialah terlepasnya gas metan ke atmosfer.

Saat ini, bagian kerak bumi yang menyimpan metan ialah di bagian dasar lautan dan kutub es. Metan di kerak bumi tersimpan dalam jumlah besar dengan bentuk kalatrat, Methane Clathrate.

Berita terbarunya ialah manusia sedang berusaha mencari cara untuk menambang metan kalatrat ini sebagai cadangan energi fossil fuel masa depan.

Artinya metan akan kembali dilepaskan ke permukaan atmosfer bumi dan ini bisa saja menjadi bencana besar seperti yang pernah terjadi dalam sejarah bumi.

Pilihan kedua dari kepunahan massal juga masih akan disebabkan oleh manusia, yaitu melalui perang nuklir. Walaupun hingga sekarang penggunaan senjata nuklir hanya pernah terjadi dalam bom Hiroshima-Nagasaki 1945 (poor you Japan) dan saat ini hanya digunakan untuk saling ancam, namun ketika manusia telah benar-benar memutuskan untuk kembali berperang, ini akan menjadi ancaman kepunahan massal.

Tetapi mengingat pepatah lama bahwa “Sejarah akan berulang” maka aku berkeyakinan kalau bencana dan kepunahan massal ini nantinya disebabkan oleh terlalu banyaknya gas rumah kaca di atmosfer.


Ini tak berdasar sih, tetapi agaknya ending yang lebih membahagiakan dibandingkan peperangan.

Well.. Akan ada dua sebab bencana-bencana besar – The Extinction di bumi dan keduanya akan disebabkan oleh anak adam, manusia, kita!
(Look how awesome we are!)

Melihat apa yang akan terjadi, mungkin escape to mars ialah opsi yang bagus, setidaknya kita akan punya planet baru yang bisa dihancurkan.

Jika saat ini probabilitas hancurnya bumi ialah 1/2 maka dengan menambahkan planet baru setidaknya opsi penghancuran bertambah menjadi dua planet (Mars dan Bumi), sehingga probabilitas kehancuran bumi hanya akan menjadi 1/4. Cool isn’t it?

Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=BFcZG_QVsT8&t=11s (The Great Debate: Extinctions)
http://volcano.oregonstate.edu/describe-1883-eruption-krakatau
https://en.wikipedia.org/wiki/Atomic_bombings_of_Hiroshima_and_Nagasaki
http://www.bbc.co.uk/nature/extinction_events
http://www.bbc.co.uk/nature/extinction_causes
https://en.wikipedia.org/wiki/Methane_clathrate
https://www.youtube.com/watch?v=KpWlzFJw3v8&t=26s (Before The Flood – Documentary Movie)
https://www.ted.com/talks/phil_plait_how_to_defend_earth_from_asteroids (How to Defend Earth From The Asteroids)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *