Wait.. Judul macam apa ini? XD. Yap kali ini, lagi-lagi aku ingin kalian mengikuti logika berfikirku, seorang pemuda yang menuliskan judul mystupidtheory di blognya.

Cangkul untuk bertani
Cangkul untuk bertani

Salah satu hal yang cukup menarik perhatianku tentang Indonesia ialah pada masalah pertanian, tentu saja selain banyak masalah-masalah lainnya. Ketertarikanku ini sebenarnya banyak dipengaruhi oleh teman yang sedang mengerjakan proyek pertanian organik. Lebih tepatnya dia memaksaku mengkonsumsi informasi-informasi pertanian yang dia baca.

Sebagai negara yang berada di daerah tropis, Indonesia memiliki tanah dengan kemampuan produksi pertanian yang luar biasa besar. Namun kenyataanya, membaca berita impor beras ataupun kurangnya pasokan beras itu sudah jadi makanan sehari-hari buat kita. Contohnya dari dua tulisan ini:

https://www.pressreader.com/indonesia/kompas/20171023/281874413648571

http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2017/07/10/impor-beras-masih-tinggi-404884


Sebelumnya, aku bersama dengan teman-teman PPI Jepang, khususnya di Tim Kajian Strategis pernah menuliskan sebuah artikel dan klip video yang membahas terkait rendahnya produksi beras ini. Bisa kalian baca di sini.

 

Cangkul

Apa kalian pernah ada yang kepikiran siapa penemu cangkul? atau gak kepikiran sama sekali? Well.. Cangkul yang modelnya seperti yang ada di Indonesia itu ialah temuan sejak zaman prasejarah. Jadi sejak manusia beralih dari sistem masyarakat berburu dan meramu (nomaden), mereka menemukan cangkul untuk bercocok tanam dan produksi makanan.

Adalah sebuah hal yang sangat mengherankan sebenarnya karena cangkul ini masih digunakan untuk pertanian di zaman dimana handphone sudah touchscreen dan internet sudah sangat cepat. Tapi begitulah kenyataanya, setelah membaca tulisan ini, cobalah keluar dan berjalan ke sawah, lihat alat apa yang digunakan pak tani.

Dalam artikelku bersama dengan PPI Jepang pada waktu itu, kami mencoba memusnahkan penggunaan cangkul yang sudah kuno banget dan beralih ke pengadopsian teknologi dalam bidang pertanian khususnya pada mesin dan alat bantu pertanian.

Kalau pertanian masih seputaran nyangkul, ngebajak, mencabut rumput di sawah dan semuanya dilakukan tanpa mesin, jujur saja apa kalian mau turun ke sawah? Yap.. Tidak ada anak muda yang akan tertarik pada dunia pertanian jika seluruh waktu dan tenaganya dihabiskan untuk pekerjaan kasar semacam itu.

 

Pertanian Modern

Kalau kalian belum pernah tahu bagaimana pertanian modern dijalankan, coba cek di YouTube cara petani amerika bertani gandum, cara pertanian Jepang dan cara pertanian di New Zealand.

Model pertanian gandum di Amerika menggunakan mesin-mesin sekelas traktor dan bulldozer untuk mengolah lahan, sehingga wajar sekali jika seorang petani mampu mengerjakan lahan seluas beberapa hektar.

Hal ini tidak dicapai secara instant. Kalau melihat sejarahnya pengembangan model pertanian semacam ini dilakukan sejak revolusi industri.

Sama halnya dengan Indonesia pada saat ini, ketika mengenalkan penggunaan teknologi, maka kaum buruh dan pekerja kasar tani tersingkir dan kehilangan pekerjaanya. Hanya saja di Indonesia nampaknya ini masih menjadi polemik, sedangkan di Amerika pada masa itu, polemik yang terjadi tidak dihiraukan oleh pemerintahnya.

Well.. Pengenalan dan pengaplikasian mesin pertanian pasti akan menghapuskan kaum buruh tani dan pekerja kasar, tetapi juga akan menumbuhkan petani-petani baru yang daya produksinya lebih tinggi (petani terpelajar). Jika tidak berani mengambil keputusan ini, maka pertanian Indonesia bakalan terseok-seok terus menerus.

Di negara-negara maju dengan produksi pertanian yang luar biasa besar, pemuda-pemudinya mau menjadi seorang petani karena skala pertanaian dan teknik pertaniannya sudah mengadopsi teknologi-teknologi terbaru. Mereka tidak lagi menghabiskan waktunya untuk pekerjaan kasar.

Kebanyakan dari pemuda yang memilih menjadi petani, itu dikarenakan banyaknya waktu luang yang dimiliki petani sehingga dapat dihabiskan untuk menikmati musik, melakukan hobi dan membaca buku. Sangat jauh berbeda kondisinya dengan yang dialami Indonesia kini.

Oleh karena itu peralihan dari pertanian prasejarah ke pertanian dengan mesin ini harus segera digalakkan di Indoensia.

 

Menanam Kentang di Luar Angkasa

Pastinya kalian sudah nonton kan “The Martian”, sebuah film yang dirilis pada tahun 2015 dan disutradarai oleh Ridley Scott. Fiksi ilmiah ini digarap dengan sangat serius sehingga dalam pembuatannya informasi sains yang disampaikan cukup memadai dan reliable.

Salah satu konten sains yang dibawakan ialah penanaman kentang di luar angkasa. Hal ini telah dilakukan pada tahun 1995 oleh NASA yang bekerja sama dengan Universitas Wisconsin-Madison. Walaupun pada penelitian tersebut, penanamannya dilakukan di pesawat luar angkasa yang kondisinya jauh berbeda dengan pada film The Martian yang melakukan penanaman di Mars.

Tetapi banyak ahli astrobiologi yang meyakini bahwa kondisi Mars yang mengandung air akan sangat mungkin untuk dijadikan media tanam kentang, tentu saja setelah manipulasi tekanan dan temperaturnya.

Ilmuwan dari China telah merencanakan penanaman kentang di bulan, dengan memanfaatkan kandungan air di bulan. sedangkan negara lain sedang berlomba-lomba untuk menanam kentang di Mars. Saintis sendiri telah melakukan penelitian yang cukup jauh tentang bagainama bercocok tanam di luar angkasa. Berikut ini beberapa tanaman yang sudah bisa ditanam di luar angkasa:

https://en.wikipedia.org/wiki/Plants_in_space

Yap! Negara-negara maju telah beralih dari mencangkul ke penggunaan mesin bahkan akan beralih ke pertanian antar planet, lalu apakah pertanian Indonesia masih berbasis cangkul?

Kalau toh kita ingin membuat cangkul ini menjadi khazanah kekayaan tradisi Indonesia, maka bagaimana kalau membuat cangkul yang bisa dipakai di Mars? Alih-alih mengevolusi cangkul, beberapa bulan yang lalu kita malah mengimpor cangkul. Dimana letak khazanah kekayaan tradisinya? :!

Thanks for reading.! Aku tunggu komentar dan diskusinya. 🙂

 

https://www.andnowuknow.com/bloom/potato-became-first-vegetable-grown-space-help-wisconsin/jordan-okumura/41853#.WhO-YxNL-Tc

https://en.wikipedia.org/wiki/The_Martian_(film)

https://www.theguardian.com/global-development/2016/mar/14/spuds-in-space-growing-potatoes-on-mars-climate-change-the-martian-ridley-scott