Apa kalian penggemar kuliner? Pernah mendengar istilah yang namanya Capcaisin? Apa pengertian capcaisin ? Apa hubungannya dengan kulier indonesia? Yap! Rasa penasaran kalian akan segera terjawab oleh tulisanku di bawah ini:

 

Pengertian Capsaicin / Kapsaisin

Pengertian Capsaicin adalah senyawa aktif yang memberikan rasa pedas. Senyawa capsaicin ini berada di bagian luar dari cabai (kulit), dan semakin kecil (langsing) cabainya, kandungan capsaicinnya semakin tinggi (semakin pedas!).

Rumus kimia capsaicin ialah C18H27NO3, yang dalam struktur kimianya capsaicin digambarkan sebagai:

struktur kimia capsaicin

Selain pada cabe, senyawa capsaicin juga ditemukan dalam jumlah kecil pada beberapa bumbu dapur seperti: ketumbar, oregano dan kayu manis.

 

Rasa Pedas dari Capsaicin

Rasa pedas dari capsaicin ini sangatlah kuat, kandungan 10 ppm saja dalam cabe mampu memberikan rasa pedas yang luar biasa. Konsentrasi 10 ppm itu berarti hanya 10 mg capsaicin dalam 1kg cabe.

Di dunia kuliner, tingkatan rasa pedas dari capsaicin ini diukur dengan satuan “Scoville heat”. Saat ini, cabai yang paling tidak memiliki rasa pedas ialah Paprika, sedangkan yang paling pedas ialah Moruga Scorpion yang memiliki skala hampir 20juta Scoville heat.

level pedas cabe

 

Kuliner yang Mengandung Capcaisin

Mengkonsumsi cabe yang mengandung capcaisin ini sudah hampir seperti kewajiban jika kita hidup di Indonesia. Makan tanpa sambal selalu terasa ada yang kurang, begitulah kira-kira. Bahkan inilah yang menyebabkan harganya bisa melambung tinggi tak terjangkau.

Kuliner Indonesia sudah begitu akrab dengan rasa dari senyawa kimia satu ini. Bahkan rasa pedas dari capsaicin ini ada hampir di setiap kuliner tradisional yang ada di Nusantara. Walaupun begitu, tapi ternyata bukan hanya dalam kuliner Indonesia saja rasa dan aroma dari capsaicin digunakan.

Catatan sejarah membuktikan bahwa ekstrak cabe telah digunakan dalam kulier di Amerika Selatan sejak 2500 tahun sebelum masehi. Dari tempat inilah cabe berasal, kemudian pada abad ke 13 barulah tanaman cabe dan penggunaanya dalam kuliner tersebar di seluruh dunia.

Penggunaan capsaicin dalam kuliner juga terdapat pada banyak masakan tradisional Meksiko dan wilayah India (termasuk Pakistan dan Bangladesh). Rasa dan aroma yang kuat dan khas inilah yang menjadi salah satu alasannya.


Namun selain rasanya, penggunaan capsaicin dalam makanan juga dimaksudkan sebagai langkah pengawetan makanan. Lalu apa sajakah manfaat dari capcaisin?

Baca Juga: Biografi Unsur Yodium

 

Manfaat Capsaicin

Beberapa manfaat dari capcaisin ialah:

  1. Melancarkan sistem pencernaan
  2. Membantu metabolisme tubuh sehingga dapat menurunkan berat badan
  3. Anti-fungi
  4. Pewarna alami baik untuk makanan maupun tekstil
  5. Anti-mikroba patogen
  6. Penawar rasa sakit. Biasanya dijual sebagai obat capcaisin yang dioleskan pada kulit. Capcaisin akan menghalangi neurotransmitter sehingga tidak merasakan sakit.
  7. Penghilang nyeri otot. Aplikasi capsaicin ialah dengan dioleskan pada bagian kulit yang sakit, persis seperti balsem.

Baca Juga: Fakta Ilmiah Tentang Otot

 

Rasa Panas

Kalian pasti pernah meraskan panas sekali ketika makan cabe? Mengapa ada rasa panas padahal temperatur dari cabe sama sekali tidak panas? Ini sebenarnya karena peran dari senyawa capsaicin di dalam mulut.

rasa pedas panasLidah yang memiliki banyak reseptor panas (dan sakit) diikat oleh molekul capsaicin, ini menstimulus reseptor panas dan sakit untuk mengirim informasi melalui neuron menuju ke otak. Hasilnya Otak mendefinisikan itu sebagai panas ataupun sakit walaupun kenyataanya tidak ada kenaikan temperatur yang ekstrim dalam peristiwa ini (lihat gambar).

Baca Juga: Mengapa Pasta Gigi Merusak Rasa?

 

Penawar Rasa Pedas dan Panas

Apa yang biasanya kalian lakukan kalau kepedasan? Minum air putih? Yap ini adalah salah satu langkah yang memperparah kondisi sebenarnya.

Jika kita perhatikan kembali, struktur kimia dari capcaisin ini merupakan hidrokarbon rantai panjang yang biasanya bersifat nonpolar (sehingga tidak bisa larut di air).

Ketika kepedasan, artinya ada banyak kandungan capcaisin di mulut, kemudian kita minum air putih, maka air hanya akan menyebarkan capcaisin ke seluruh bagian lidah, atau semakin banyak reseptor yang merasakan pedas.

Sedangkan langkah yang tepat ialah dengan meminum susu, makan keju, ataupun makan es krim. Ketiga makanan dan minuman tersebut mengandung senyawa kasein (casein) yang merupakan senyawa nonpolar sehingga dapat melarutkan capcaisin dan meredakan rasa sakit di lidah.

Selain kasein dari sumber susu, memakan serat, cokelat ataupun karbohidrat juga dapat meredakan pedasnya capcaisin.

reff:
Rohrig, B. Hot Peppers: Muy Caliente!. www.acs.org/chemmatters. 2013
Omolo, A. M. et all. Antimicrobial Properties of Chili Pepers. Journal of Infectious Diseases and Therapy. 2014.