Salah satu kuliner Jepang yang sangat populer dan ditemui hampir di seluruh daerah ialah yakiniku. Tetapi bagi seorang muslim, yang berpandangan bahwa daging olahan harus disembelih dengan cara yang halal, maka untuk makan yakiniku asli Jepang ini cukup sulit.  Seperti di tempatku Okayama, belum ada tempat makan seperti Yakiniku halal di Kyoto Jepang. Baiklah, simak pengalamanku di sini:

 

Yakiniku Halal di Kyoto

Yakiniku Halal di Kyoto Jepang
Yakiniku Halal di Kyoto Jepang

Yakiniku sebenarnya merupakan menu yang sangat sederhana, karena artinya terdiri dari dua kata “yaki” yang artinya “panggang/goreng” dan “niku” yang artinya “daging”. Pada dasarnya menu ini hanyalah daging panggang.


Tetapi berbeda dengan steak yang pada penyajiannya sudah matang dengan piring panas (hot plate), Yakiniku sendiri disajikan dalam keadaan mentah. Kemudian di meja restoran akan disediakan panggangan dengan mekanisme yang simple sehingga bisa digunakan oleh pelanggan.

Nah. . . Salah satu alasan kenapa sulit menemukan yakiniku halal di jepang ialah karena panggangan tersebut. Ketika toko Yakiniku ingin mencapai standard halal, maka mereka harus menyediakan panggangan yang tak bisa tersentuh makanan haram.

Jadi penyajian daging, sosis, ataupun menu pilihan lainnya harus berasal dari sumber makanan halal. Tidak boleh ada menu dari babi (yang sangat disukai orang Jepang) karena panggangan yang digunakan akan tidak steril dari barang haram lagi.

Ini artinya keputusan menjadikan tokonya menjadi restoran halal, akan berdampak tempat makan tersebut kehilangan pelanggan orang Jepang penggemar butaniku (daging babi). Itulah kenapa Yakiniku Halal di Kyoto ini sangat berarti bagi wisatawan muslim.

Alasan paling mendasar adanya tempat makan yakiniku halal di Kyoto ialah karena kota ini merupakan salah satu kota wisata terbesar di Jepang. Kyoto memiliki turis yang berasal dari Malaysia, Indonesia dan negara muslim lainnya dalam jumlah besar. Sehingga memutuskan untuk membuka yakiniku halal di Kyoto ialah keputusan bisnis yang tepat.

Ada dua tempat untuk makan yakiniku halal di Kyoto:

  1. Naritaya yang lokasinya di sekitar Gion [Klik Google Map]
  2. Nanzan yang lokasinya di Stasiun Kereta Matsugasaki [Klik Google Map]

Baca Juga: Udon Halal di Bandara Kansai

 

Naritaya – Yakiniku Halal

Naritaya ini berada di lokasi yang cukup strategis di area distrik belanja Gion yang sangat terkenal. Unit bisnis dari Naritaya ini ada dua, pertama ialah Yakiniku Halal di Kyoto yang akan kita bahas, yang kedua ialah Ramen Halal di Kyoto yang akan aku ulas berikutnya.

Menu dan Harga Yakiniku Halal

Yakiniku halal Naritaya ini mematok harga menu di kisaran ¥1200 – ¥4000 atau kisaran Rp. 150.000 – 500.000. Berikut ini list menu-nya:

  • Deluxe Sirloin: ¥17280
  • Regular Sirloin: ¥1404
  • Deluxe Brisket: ¥1512
  • Regular Brisket: ¥1296
  • Deluxe Tongue: ¥2268
  • Special Tongue: ¥2100
  • Recomendeed Beef: ¥1080
  • Super Deluxe Beef Yaki Shabu: ¥2570
  • Deluxe Beef Yaki Shabu: ¥1922
  • Special Tenderloid Fillet: ¥5184
  • Special Sirloin: ¥4104
  • Special Chuck: ¥3456
  • Special Spencer Roll: ¥3780

Sedangkan paket menu lunch bisa kalian lihat di gambar dibawah ini:

Menu Lunch Naritaya
from Tripadvisor.com

Akhirnya dari sekian menu yang mahal banget menurut mahasiswa sepertiku, Aku pilih Deluxe Beef Yaki Shabu, Sosis (karena lumayan banyak) dan Nasi. Totalnya habis sekitar ¥3500. Ini adalah momen berharga dimana aku ngerasa kere banget, buat makan aja udah berat banget tanggungannya. XD. Ini foto alakadarnya:

Desain bagian dalamnya sangat elegan dan bagus banget. Memang budaya orang Jepang ketika makan Yakiniku ini biasanya bersama teman, kolega ataupun pasangan, sehingga ada momen yang bisa dihabiskan bersama ketika memanggang daging dan menunggu matang, untuk mendukung momen ini desain tempatnya pasti dibuat nyaman.

Tempat Makan Yakiniku Halal

Beginilah tampilan tempatnya:

 

Yap! Pada saat makan di tempat ini sebenarnya aku dari tanding badminton sih, jadi emang tampilanku sedang nggak karu-karuan dan bahkan aku lupa bawa uang. Uang di dompetku nggak cukup buat bayar, untungnya masih ada credit card (versi mahasiswa) yang bisa dipakai bayar. Alhamdulillah… Walaupun tekor, tapi pengalamannya bisa dibagi di blog ini.

Baca Juga: Pengalaman Menginap di Ryokan Jepang

Thanks for reading!