Salah satu pemandangan yang belum pernah aku kunjungi selama hampir dua tahun tinggal di Jepang ialah melihat Pantai di Jepang. Jadi musim panas tahun ini aku bertekad pasti akan mengunjungi pantai di Jepang. Awalnya aku agak khawatir keinginanku ini tidak akan pernah tercapai.

Katsurahama Beach di Prefektur Kochi
Katsurahama Beach di Prefektur Kochi

Salah satu alasan kenapa pantai di Jepang itu agak sulit dikunjungi ialah karena letaknya yang cukup jauh dan akses menuju ke lokasi yang cukup sulit (note: tidak sesulit di Kalimantan). Aksesnya biasanya bus dan mobil pribadi, lah pribumi macam saya mana punya mobil? XD Tapi sepanjang perjalanan hidupku, tidak ada yang salah dengan punya keinginan dan impian. 🙂

Pertengahan Agustus yang lalu, akhirnya ada teman penduduk lokal (orang Jepang) yang mengajakku jalan-jalan ke pantai. (See? Nggak ada salahnya punya keinginan dan impian.) Sebenarnya tujuan utama dari temanku ini ialah ke acara Festival Musim Panas (Natsu Matsuri) yang isinya berupa Lomba Tari dengan Kostum unik ala Jepang. Tetapi karena acara utamanya ialah pada sore dan malam hari, maka siang harinya ia memutuskan untuk mengunjungi Pantai Katsurahama di Prefektur Kochi.


 

Perjalanan Menuju Kochi

Aku tinggal di Okayama, sebuah Prefektur kecil di pinggiran pulau utama Jepang, Honshu. Tujuan perjalanan kami kali ini ialah ke Prefektur Kochi yang terletak di pinggiran pulau Shikoku Jepang. Untuk mencapainya kami akan melewati Prefektur Kagawa yang terkenal dengan makanan khas Jepang, Udon.

Perjalanan kami mulai dengan menyebrang dari Pulau Honshu ke Pulau Shikoku melalui Seto Ohasi (Jembatan Megah Seto). Seperti namanya, jembatan ini sangat megah, menjuntai di sepanjang kepulauan menghubungkan antara Shikoku dengan Honshu.

Sepanjang perjalanan melintasi jembatan Seto Ohasi ini kita bisa menyaksikan berbagai aktivitas yang mendukung perekonomian Jepang, salah satunya ialah pangkalan gas di pulau Shikoku yang menjadi perhentian lalu lalang kapal tanker gas. Seto Ohasi terdiri dari dua tingkat dengan bagian atas ialah jalur kendaraan umum seperti mobil, bus, truk dan angkutan barang, sedangkan bagian bawahnya ialah jalur kereta, tidak ada akses shinkansen untuk ke pulau ini.

 

Kagawa

Sesampainya di Kagawa, kami memutuskan untuk makan Udon, kuliner paling terkenal di Kagawa. Ini bukan pertama kalinya aku mengunjungi Kagawa, liburan musim semi yang lalu aku sempat jalan-jalan ke Kagawa bersama teman-teman internasional menggunakan mobil sewaan, trip yang cukup menyenangkan.

Kalau kalian ingin makan udon di Kagawa, pastikan warung udon yang kalian pilih memiliki antrean yang panjang, karena setiap kali bersama dengan teman Jepang, mereka selalu membawaku ke tempat udon paling recomendeed, dan antreannya selalu panjang, at least 20min. Kali ini aku mengantre sekitar 30 menit, dan itu waktu yang cukup untuk membuat kulitmu terbakar di musim panas.

Udon itu salah satu makanan paling mudah ditemukan setelah onigiri, selama tinggal di Jepang kalau kalian bosan dengan onigiri, maka pilihan berikutnya jatuh ke Udon. Kuahnya yang berasal dari sari laut, dan isiannya (lauk) berupa tempura seafood membuat makanan ini layak dikonsumsi oleh muslim. Jadi catat nih namanya Udon. Kalau pertama kali masuk ke Jepang dan kalian nggak doyan Udon, maka terimalah nasib kalau kalian akan makan onigiri saja. XD

Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan.

 

Katsurahama Beach

Awalnya aku pikir pantai Katsurahama ini seperti pantai pada umumnya yang bisa langsung dinikmati ketika turun dari mobil, tetapi ternyata sangat berbeda. Ketika memasuki area pantai ini, kita akan langsung sadar kalau ini merupakan tempat rekreasi yang terawat dan sangat popular. Di bagian paling depan setelah parkiran mobil, ada tempat makan dan jualan jajanan khas Prefektur Kochi.

Kemudian hal lainnya yang terkenal di tempat ini ialah sebagai tempat tarung anjing bulldog. Teman Jepangku ini sangat terobsesi pada anjing, terutama anjing bulldog. Dia punya anjing bulldog yang berukuran mini, dan mengajakku untuk melihat tarung anjing bulldog ini. Tapi ternyata hari itu tempat tarungnya ditutup dan kami tidak bisa menyaksikan satupun anjing bulldog.

Di sebelah gedung pertarungan anjing bulldog ada tangga ke atas yang sepertinya menuju hutan. Tetapi ternyata tangga ini menuju ke bagian atas bukit dengan patung seorang samurai terkenal Jepang (Kalau tidak salah Sakamoto Ryoma). Setelah melewati patung, di balik bukit ini ternyata letak dari pantai Katsurahama. Dari atas bukit, kontras warna air yang biru dengan pantai putih yang sangat bersih indah terawat ini sangat memanjakan mata.

Blue Katsurahama Beach
Blue Katsurahama Beach

Beragam aktivitas bisa kita lihat di tempat ini, tetapi berenang sepertinya dilarang, karena ombaknya yang cukup besar dan pantainya yang tidak terlalu landai, sehingga sangat berbahaya untuk berenang. Melihat pantai ini, aku langsung berlari turun dari bukit menuju pasir putih, mendekati deburan ombak. So fun!

Menikmati Pantai Katsurahama
Menikmati Pantai Katsurahama
Berlari di Pantai Katsurahama
Berlari di Pantai Katsurahama

Sayangnya siang itu kami tidak bisa berlama-lama, ataupun bersantai menikmati suara deburan ombak di bawah langit biru musim panas. Kami harus melanjutkan perjalanan untuk melihat Festival Musim Panas. Aku sebenarnya tidak begitu tertarik ke festival musim panas, tetapi at least aku sudah sampai pantai yang ingin kukunjungi. Aku akan tunjukkan beberapa foto di Festival Musim Panas.

Hal paling menariknya ialah aku masih heran betapa bahagianya orang Jepang ketika menari di Festival Musim Panas, sepanjang performance-nya mereka tersenyum, tertawa, bergerak dengan sangat bersemangat. Seolah-olah mereka menemukan kebahagiaan yang luar biasa ketika bergerak mengikuti iringan musik.

Well Begitulah sepenggal cerita Perjalananku ke Pantai Katsurahama di Prefektur Kochi. See you again!