Skip to main content

Pena-pena Ego

Jikalah teringat jemari menari
Menggores kertas tanpa ampun
menghujamkan grafit pada lembaran selulosa
memberi nilai baru dalam setiap goresan
Dan demi nafas-nafas yang tersengal karena sebuah tulisan
Demi orang-orang yang tersesat oleh sebuah naskah
Demi sekian banyak manusia yang kelaparan karena sebuah tanda tangan
Dan lagi, demi para pengemis yang tak mampu membaca tulisan
Sungguh  jiwa-jiwa yang berdosa
Pena-pena nan egois mengotori kanvas
 Tinta-tinta yang pasrah oleh ujung pena
Mengukir luka-luka bangsa
Itelek-intelek yang gagal merevolusi, atau mungkin Ia tak pernah perduli tentang negeri
Ia tak luput..
Ia tak pernah luput..
Ia Sang pemilik Ilmu
Ya.. semua kan dimintai pertanggung jawaban..

2 thoughts to “Pena-pena Ego”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *