Skip to main content

Pengalaman Menginap di Ryokan Jepang di Pulau Maejima Okayama

Lanjutan dari perjalananku sebelumnya yaitu Tour Gratis Pembuatan Katana di Bizen Osafune ialah menuju ke Maejima Island untuk menginap di Ryokan Karakotoso. Kalau kalian belum pernah tahu apa itu Ryokan, silahkan baca tulisanku sebelumnya tentang Ryokan di Jepang dan perbedaanya dengan Hotel. Dan kali ini aku akan menuliskan pengalaman menginap di Ryokan:

Dari Bizen Osafune Museum of Sword kami serombongan menuju ke stasiun Oku (tiket ¥190), kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus ke Ushimado Port (bayar bus ¥460) . Dari ushimado port kami beli tiket Kapal Feri untuk menyebrang ke Pulau Maejima. Kapal penyebrangan ini ukurannya tidak terlalu besar, tetapi sangat bagus dan terawat, tiketnya pun murah, hanya ¥240 untuk bolak balik.

Sisi Teras di Ryokan Karakotoso 

Ryokan Karakotoso Pulau Maejima

Sesampainya di Maejima, kami dijemput oleh petugas ryokan yang telah siap dengan mobilnya. Perjalanan menggunakan mobil ini hanya berlangsung 15 menit, sepanjang perjalanan kami melihat pertanian kubis dimana-mana.

Memasuki Ryokan Karakotoso seperti yang sudah aku jelaskan di tulisan sebelumnya, kami harus melepas sepatu dan berganti menggunakan sandal. Kemudian penjagar Ryokan mengantarkan kami ke kamar dan memberikan Kunci kamar.

Kamar Ryokan

Kamar kami bernama ruang “Himawari” yang berarti “Bunga Matahari”, di Ryokan biasanya menggunakan nama-nama bunga untuk setiap ruangannya, jadi biasa aja kalau di Ryokan, jangan merasa seperti di Rumah Sakit. XD

Di atas ini adalah foto kondisi kamar ketika pertama kali kami masuk. Disediakan perlengkapan minum teh, bisa diracik sendiri biar anget. Kami masuk langsung foto-foto dan melihat-lihat isi kamarnya, mengecek isi lemari dan memotret kamar. Maklum mahasiswa asing kali ini, semuanya jarang masuk Ryokan, bahkan ada yang pertama kali.

Setelah beberapa saat, penjaga Ryokan masuk ke kamar dan memberitahukan jadwal makan malam, lokasi makan malam, lokasi onsen buat mandi dan toilet, kemudian tak lupa memberi tahukan lokasi mengambil gambar untuk sunset yang terbaik. Inilah yang membuat Ryokan lebih menarik daripada hotel, pelayanannya lebih personal, berusaha memberikan pengalaman wisata yang terbaik.
Baca Juga: Indahnya Musim Gugur di Tsuyama Castle

Sunset di Maejima

Sebenarnya lokasi sunset yang aku datangin ini kurang strategis untuk melihat terbenamnya matahari. Soalnya lokasi untuk mendapatkan gambar sunset yang bagus berada di sisi lain pulau, dan karena cuacanya sangat dingin dan nggak mendukung, aku putuskan untuk menyerah saja, soalnya udara diluar mencapai -4 derajat celcius.

Inilah beberapa foto yang sempat aku ambil dari Maejima:

Makan Malam di Karakotoso

Seperti yang telah diberitahukan penjaga Ryokan, bahwa makan malam akan siap pada jam 7:00. Kami semua sebenarnya sudah kelaparan sejak tadi, karena perjalanan dari Museum Pedang Bizen Osafune sampai ke pulau Maejima ini kami belum makan apapun. Ditambah lagi aku sempat keluyuran di luar untuk mengambil foto, membuat semakin lapar.

Ini cuma set pertama

Makan malam ini super mewah! Sungguh sangat mewah! Selama di Jepang aku belum pernah makan sebanyak dan sepuas ini! Nggak cuma itu, makanan yang disajikan ialah kuliner khas Jepang yang kalau dalam legenda zaman dulu, makanannya kalangan raja dan kaisar saja.

Makan malam ini terdiri dari tiga set menu. Pertama ialah set menu pembuka berupa Sashimi, kemudian dilanjutkan dengan menu berikutnya berupa set sup ikan dan sayuran, berikutnya keluar lagi set kerang bakar, tempura (sayuran goreng tepung) dan Miso Sirup (hampir ada di setiap kuliner Jepang), kemudian terakhir ialah set dessert berupa buah-buahan.

Prosesi makan malam ini berlangsung selama 1.5 jam dan berhasil membuatku kekenyangan. Setelah itu aku langsung kembali ke kamar, dan yang mengejutkan ialah set up kamar sudah berubah total. Semua benda dibereskan dan sudah dihamparkan 3 futon (alas tidur Jepang) lengkap dengan bantal dan selimutnya.

Pada saat kami makan pelayannya pasti masuk kamar, membersihkan ulang kamar dan menyiapkan perlengkapan untuk tidur. Ini benar-benar pelayanan seperti raja, tidak dibiarkan kita repot-repot menggelar kasur dan selimut untuk tidur, semua disiapkan.

Sunrise di Maejima

Aku bangun pagi kemudian sholat shubuh, teman-teman yang lain masih tidur pulas. Mungkin mereka tidur terlalu malam, biasanya di Jepang orang tidur di jam 12 atau jam 2. Jadi jam 5 masih pada molor.

Setelah sholat aku langsung bergegas menuju pantai, tujuannya jelas mengejar sunrise. Dan memang tidak banyak yang bisa diharapkan ketika tidak punya akomodasi untuk pergi ke spot terbaik. Akhirnya aku mengambil foto sunrise sekenanya. Ini beberapa foto sunrise di pantai dekat penginapan:

Baca Juga: Pendakian Gunung Fuji Jalur Yoshida

Sarapan di Ryokan

Kalau kalian penasaran dengan menu makan pagi di Jepang, mungkin menginap di Ryokan akan memberikan gambaran tentang menu sarapan tradisional Jepang. Menu sarapan ini terdiri dari makanan kaya protein, mineral dan karbohidrat. Umumnya pasti akan ada telur, biasanya dimasak tamagoyaki (telur gulung) kemudian ada semacam ikan teri beberapa jenis, udang rebon (ebi) dan beberapa menu lainnya.

Ikan kecil dan udang rebon dimasak seperti serondeng yang sebenarnya sebagai pelengkap nasi. Ini bertujuan agar pada saat sarapan kita bisa makan karbohidrat sebanyak-banyaknya dari nasi dicampur serondeng ikan teri itu. Serondeng ikan kecil ini persis seperti isian dalam onigiri. Setelah jam 8:15 kami berpisah meninggalkan Ryokan Karakotoso di Maejima Island Okayama.

Harga Ryokan Karakotoso ini ialah ¥15000, atau senilai 1.6 juta rupiah, cukup mahal untuk mahasiswa kasta sudra sepertiku. Tapi untungnya kali ini dikasi gratisan. Harga ini terbilang pantas mengingat makan malam yang luar biasa mewah dan lezat itu.

Sebuah pengalaman menginap di Ryokan yang sangat menyenangkan, apalagi karena gratisan. :D. Selanjutnya aku akan meneruskan Proses Finishing Pembuatan Katana di Museum Pedang Bizen Osafune.

Thanks for reading!
Share if you like it!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *