Setelah euforia tentang keberadaan Air dan Kehidupan di Bulan yang menemui jalan buntu., pada tahun 1990-an media dan publik sedang tergila-gila pada sebuah obyek angkasa bernama Mars.  Ketertarikan ini tentu saja berdasar, salah satunya ialah pada ide tentang adanya kehidupan di Mars. Seperti pada tulisanku sebelumnya, ide adanya kehidupan di luar angkasa selalu diawali dengan adanya air. Maka kali ini adanya air di Mars yang mengawali kisah ini:

Adanya air dan kehidupan di Mars
Adanya air dan kehidupan di Mars

 

Air di Mars dan Kehidupan di Dalamya

Hingga sekarang, masih banyak yang mempercayai dan meyakini bahwa terdapat kehidupan di Mars, walaupun ribuan foto telah dirilis NASA dan badan eksplorasi lainnya tidak menemukan adanya tanda-tanda kehidupan, beberapa orang tetap meyakini bahwa ada kehidupan di Mars.


Kenyataanya, hingga saat ini berbagai penelitian telah dilakukan oleh badan eksplorasi luar angkasa, dari hipotesis awalnya ialah “Apakah ada kehidupan seperti manusia di Mars?” hingga “Apakah pernah ada kehidupan (sekecil apapun itu) di Mars?” keduanya mencapai jawaban tidak ada.

Awal mula dari ide tentang kehiupan di Mars ini ternyata hanya karena keslahan dalam bahasa. Penerjemahan bahasa asing dengan kualitas rendah yang dilakukan oleh media pada akhir abad ke 19, tepatnya tahun 1877, telah menyebabkan banyak ilmuwan yang meyakini asumsi bahwa terdapat kehidupan di bulan.

 

Canali

Seorang astronomer italia Giovani Schiaparelli yang sedang melakukan pengamatan pada planet merah ini menemukan tanda-tanda geologis yang kemudian ia labeli dengan nama “canali” dari bahasa italia untuk istilah “channels” (tanda-tanda geologis pada permukaan tanah).

Kemudian paper ini diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dengan sangat buruk dengan menerjemahkan kata “canali” menjadi “canals” atau kanal yang merupakan sebuah saluran air yang dibuat oleh manusia dengan sistem irigrasi yang tertata.

Dengan sumber informasi ini, seorang astronomer amerika Percival Lowell melakukan eksplorasi Mars dan menemukan “bukti-bukti ilmiah” adanya kehidupan menyerupai manusia. Tetapi nampaknya bukti-bukti ini sebenarnya tidak lebih dari sekedar miskonsepsi dan hanya didorong oleh keyakinan tetang adanya kehidupan di Mars.

 

Mariners 4, 6, dan 7

Pada tahun 1960, beberapa misi luar angkasa yang diluncurkan telah menghancurkan imajinasi para pencipta fiksi dan menyadarkan saintis pada realita.

Spacecraft Mariners 4, 6, dan 7 memberikan gambaran lengkap bahwa Mars merupakan planet yang sangat kering dengan temperatur pada saat musim panas berkisar antara minus 60 derajat hingga minus 120 derajat celcius dan tekanan udara yang hanya 0.5% dari bumi.

Temperatur yang sangat rendah ini membuat Mars menjadi tempat yang tak mungkin memiliki sistem kehidupan seperti bumi, sedangkan tekanan yang sangat rendah memberikan gambaran bahwa tidak akan ada air yang bisa bertahan di Mars karena semuanya akan menguap.

Jadi ide Lowell tentang kehidupan menyerupai manusia (civilization) tidak ditemukan dan tidak mungkin pernah terjadi di Mars.

Pada waktu yang bersamaan para pencipta fiksi mengabaikan temuan ini dan meneruskan fantasinya tentang makhluk hidup yang ada di Mars, mereka menyebutnya “Martians”. Dua fiksi yang paling populer diantaranya ialah The Sand of Mars dan The Martians Chronicles.

 

Mariners 9

Kemudian pada tahun 1972 eksplorasi Mars oleh Spacecraft Mariners 9 kembali mengubah persepsi saintis tentang Mars.

Setelah temuan oleh Mariners 4, 6, dan 7 yang menyimpulkan bahwa Mars ialah planet kering gersang, dan beku yang tak mungkin ada aktivitas kehiudupan, temuan terbaru ini memberikan gambaran aktivitas geologi yang terdapat di Mars.

Mariners 9 mengungkapkan bahwa ada aktivitas vulkanik di Mars yang dibuktikan dengan adanya sisa gunung berapi. Diprediksikan bahwa aktivitas gunung berapi di Mars ini memberikan dampak yang besar terhadap kenampakan geologi di planet merah ini.

Fakta lainnya ialah ditemukannya bekas geologi yang hanya mungkin terbentuk oleh aliran air, beberapa analisa menyebutkan bahwa air ini berasal dari es mars yang mencair sebelum kemudian menguap dan hilang.

Bekas aliran air di mars
Bekas aliran air di mars

Jadi Mariners memberikan informasi tentang keberadaan air di Mars. Walaupun adanya kehidupan menyerupai manusia tidak ditemukan, keberadaan air dalam jumlah kecil ini memberikan kemungkinan adanya kehidupan sekelas mikroorganisme dan kehidupan kelas rendah (low level creatures) di planet merah ini.

Namun dari semua eksplorasi dari berbagai badan antariksa hingga kini, tidak ditermukan adanya kehidupan di Mars.

Baca Juga: 55 Sifat Unik Air

 

Penghijauan Mars

Hampir semua saintis telah sepakat tidak adanya kehidupan menyerupai manusia di Mars disebabkan oleh kondisi alam dengan temperatur dan tekanan yang sangat rendah.

Namun adanya bekas aliran air di Mars membuktikan bahwa planet merah ini mampu menyimpan air (walaupun tak lama), sehingga memungkinkan hidupnya jenis tumbuhan tertentu dengan mengkondisikan tekanan dan temperaturnya.

Jika manusia ingin membuat Mars senyaman Bumi, maka hal yang harus dilakukan ialah mengubah atmosfernya menjadi “lebih manusiawi” dengan adanya gas O2, karena atmosfer Mars kaya akan CO2, maka cara paling baik menghasilkan O2 ialah dengan proses fotosintesis oleh daun tanaman.

Penghijauan Mars merupakan proyek yang mungkin dilakukan untuk bisa membuat ‘Mars Civilization’ atau kehidupan manusia di Mars.

Arah perkembangan ini merupakan ide yang telah muncul sejak tahun 1990an dan telah dilakukan perhitungan teoritisnya. Setidaknya jika proyek ini dijalankan, penghijauan dan perbaikan atmosfer Mars akan tercapai dalam waktu 100.000 tahun. Waktu yang sangat lama terhitung begitu sia-sia jika melihat usia manusia, oleh karena itu ide kolonialisasi Mars untuk sementara akan terhenti sampai disini.

Agaknya fiksi memang selalu menantang saintis dengan adanya film The Martians yang menceritakan tentang seorang astronot yang menanam kentang di Mars sehingga mampu bertahan hidup beberapa bulan. Tetapi film kali ini jauh lebih menarik dari yang sebelumnya dengan adanya pengetahuan sains yang memadai di dalam kontennya.

Philip Ball, 1999, H2O A Biography of Water, Great Britain, Clay Ltd, St. Ives plc

https://en.wikipedia.org/wiki/Water_on_Mars

https://www.jpl.nasa.gov/news/news.php?release=2016-299