Skip to main content

Semangat Kaizen Jepang : Mengimpor Kanji dan Mengupgrade-nya

Setelah beberapa saat akhirnya sempat juga jariku menari-nari di draft blogspot ini, sebenarnya ada beberapa tulisan sains yang ingin aku publish secepatnya, tetapi sepertinya aku harus tuntaskan dulu membaca buku dan artikel ilmiah lainnya agar kontennya lebih siap dinikmati. Alhasil datanglah ide untuk menulis yang ringan tentang budaya Kaizen di Jepang.

Ide tulisan ini sebenarnya muncul sudah cukup lama, ketika aku belajar bahasa jepang ke sensei, tetapi yah sekali lagi terkalahkan oleh rasa malasku. Aku sudah pernah membahas tentang Penggunaan Angka Arab Dalam Revolusi Sains, masih dalam kerangka berfikir yang sama, ide untuk membuat sistem tulisan menurutku memang sangat jenius. Bagaimanapun juga generasi manusia sejarah yang menciptakan tulisan itu menurutku sangat luar biasa. 
Semangat Kaizen Jepang

Dalam sejarah dunia, kedekatan Jepang dengan China dapat dilihat dari diimpornya huruf Kanji ke Jepang. Hampir semua orang pasti mengetahui tentang ini, tetapi sudah tahukah kalau China juga mengimpor banyak Kanji dari Jepang?

Mengimpor Kanji

Sejak zaman dahulu orang-orang China telah melakukan perdagangan ke wilayah Korea dan Jepang. Dalam perdagangan ini mereka memperkenalkan sistem penulisan kanji pada masyarakat sekitar. Kemudian penguasa Jepang yang menyadari pentingnya sistem penulisan ini mengirimkan orang-nya ke China untuk belajar huruf kanji. Karena huruf kanji ialah otentik dengan bahasa China (mandarin) maka tidak bisa secara langsung digunakan di Jepang. 
Dengan pengembangan dalam beberapa generasi, dibuatlah huruf Hiragana untuk membuat penulisan kanji sesuai dengan penyebutan pada Bahasa Jepang (日本語). Perkembangan berikutnya ialah saat masyarakat Jepang menyadari bahwa ada banyak sekali perdaban lain di luar sana yang akan membawa kata-kata baru yang belum pernah ada di Jepang. Akhirnya mereka membuat huruf Katakana untuk menuliskan semua istilah asing ke dalam bahasa Jepang.

Permasalahan Katakana

Munculnya huruf katakana mungkin sudah menyelesaikan beberapa permasalahan bahasa di Jepang. Seperti munculnya kata “knife::ナイフ:: naifu” yang diserap dari bahasa inggris. Namun ketika Jepang membuka diri untuk negara luar (sekitar tahun 1853), mereka mendapatkan banyak sekali ilmu pengetahuan dan konsep-konsep baru. Hal ini menyebabkan adanya “banjir Katakana”. 
Contohnya ketika menjelaskan tentang konsep molekul. Menggunakan katakana akan ditulis “モレクル; read:: morekuru”. Namun penjelasan bahwa “molekul ialah kumpulan dari beberapa atom” jika diterjemahkan dalam tulisan berbahasa Jepang menjadi “モレクルはアトムのグールプである”.

Kalau kalian tahu sedikit tentang huruf katakana dan hiragana, bisa dilihat dalam kalimat di atas penggunaan katakana jauh lebih banyak dari hiragana, dan tidak ada kanji sama sekali. Untuk kalimat yang singkat seperti itu mungkin tidak ada kebingungan dalam pembacaanya, namun jika penjelasannya terkait apa itu molekul, dilanjutkan dengan apa itu atom, apa itu nukleus, dan apa itu elektron, maka akan terlalu banyak katakana yang digunakan dan ini akan membingungkan. 

Dulu aku pernah bertanya masalah ini ke salah seorang Professorku di Okayama University kemudian dia mengatakan bahwa tidak semua istilah dari luar diserap dengan katakana di Jepang, beberapa diambil konsepnya dan dibuat kanji-nya dan istilah barunya dalam bahasa Jepang. Waktu itu kami diskusi panjang tentang ini, apakah penggunaan kanji ini mempermudah mahasiswa dalam belajar sains, atau mempersulit? Karena memang perbedaan istilah ini bisa membuat mahasiswa bingung ketika belajar dari buku-buku berbahasa inggris. 

Upgrade Kanji

Pemerintah Jepang pada masa lalu (sekitar 1853), ternyata telah menyadari akan kerumitan yang akan dihadapi jika istilah asing akan sepenuhnya diserap dengan katakana, akhirnya mereka memutuskan untuk mengupgrade Kanji. 
Jadi Kanji yang mereka ambil dari China, memiliki keterbatasan kata, dan ada banyak kata yang belum ada tulisan kanji-nya. Akhirnya para pelajar dan pustakawan di Jepang dikumpulkan untuk menciptakan kanji baru untuk istilah-istilah asing yang masuk ke Jepang. Ini terutama terkait dengan konsep-konsep dalam ilmu pengetahuan, seperti; dalam kimia: molekul, atom, dll; dalam politik: demokrasi, komunis, dll. 
Akhirnya Jepang berhasil membuat kanji-kanji baru, diantaranya: 
Molekul: 分子 (bunshi)
Electron: 電子 (denshi)
Democracy: 民主 (minshu shugi)
Communism: 共産主義 (kyosan shugi)

China Mengimpor Kanji

Bisa dibilang ini adalah bagian yang paling menarik dari kisah tentang impor dan upgrade kanji ini. China baru membuka negaranya pada tahun 1978, sedangkan Jepang telah jauh lebih dulu membuka negaranya. Sehingga Jepang telah menciptakan banyak sekali kanji baru dari istilah-istilah di dunia barat, sedangkan China masih kekurangan Kanji untuk menjelaskan istilah dunia barat. 
Akhirnya China belajar ke Jepang dan mengimpor kanji dari Jepang untuk konsep-konsep ilmu pengetahuan yang telah dikuasai Jepang. Saat ini di hampir semua buku pengetahuan di China pasti menggunakan kanji hasil improvisasi dari Jepang, bahkan di koran politik yang dicetak oleh partai komunis China memuat banyak sekali Kanji-kanji yang berasal dari Jepang.

Semangat Kaizen

Semangat Kaizen di Jepang yang merupakan motor utama dalam pembangunan Jepang diterapkan pada hampir semua sektor. Kaizen ialah peningkatan kualitas yang berkelanjutan, jadi nggak sekedar menerima apa yang mereka dapatkan tetapi juga mengimprove-nya secara terus menerus sehingga mengikuti perkembangan zaman.

Semangat ini sudah sangat dikenal dan seringkali dikumandangkan dalam banyak pidato di Indonesia. Tetapi kenyataanya memang masih sangat kurang. Menurutku semangat Kaizen ini sebaiknya kita serap sebagai pribadi saja, bahwasannya kita harus mengimprove skill yang kita miliki secara terus menerus. Jika suka bermain musik, maka tingkatkan terus skill bermusik dengan latihan tanpa lelah, jika suka melukis maka berlatihlah melukis hingga kanvasmu habis, termasuk jika suka dunia menulis maka habiskanlah waktumu untuk berlatih menulis, berusahalah untuk terus meningkatkan skillmu ke level berikutnya.


Baca Juga: Pendidikan Karakter Anak di Jepang

Thanks for reading Myst

2 thoughts to “Semangat Kaizen Jepang : Mengimpor Kanji dan Mengupgrade-nya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *