Skip to main content

Sory I’m a Bad Person

P { margin-bottom: 0.08in; }

Sebenarnya ini hari ke sekian ribu kalinya aku bernafas dengan
menggunakan oksigen gratisan. Langit tampak biru indah, sebuah
pertanda akan hari yang sangat baik. Aku Berjalan ke kampus oleh
karena pagi ini ada kuliah Bahasa Inggris. Ini harri ebetulan aku
lagi malas menggunakan sepatuku sehingga aku menggunakan kaus kaki
dan sandal gunung untuk berangkat ke kampus. Aku memasuki ruangan
kelas sangat pagi sehingga kelas masih sanggat sepi. Beberapa teman
telah hadir dan mengisi bangku bagian belakang. Tujuanku berangkat
sangat pagi adalah agar dapat memilih tempat duduk di bagian
belakang, tidak lain untuk menutupi kakiku yang menggunakan sandal.
Aku memilih bangku di bagian tengah posisi itu memastikan bahwa
bagian bawah tubuhku tidak terlihat dari depan, belakang maupun dari
samping.
Kuliah jadi menegangkan ketika dosen mulai memanggil satu-persatu
teman sekelasku secara acak untuk mengerjakan soal yang ia telah
siapkan. Aku jelas sangat tidak ingin di tunjuk, karena jika harus
maju ke depan, maka semua orang termasuk pak dosen akan tahu kalau
aku menggunakan sandal masuk ke kelas. Namun aku yakin itu adalah
hari keberuntunganku, hingga kuliah usai dosenku tidak menyadari
keberadaan alas kakiku yang terkutuk dan bernama sandal itu.
Celakanya lagi aku harus memperbarui KTMku yang telah rusak di geding
rektoratt, dan jelas sekali aku tidak bisa masuk rektorat dengan
mengenakan sandal. Aku mengajak temanku untuk mengantarku (sejujurnya
aku hanya memanfaatkan dia untuk menutupiku ketika harus masuk pintu
depan rektorat), ternyata di bagian pintu depan rektorat telah
berjaga dua orang satpam. Aku benar-benar telah meremehkan penjagaan
dua orang satpam ini, dan merreka ternyata memergoki aku yang ingin
masuk ke rektorat dengan menggunakan sandal. Aku tidak tahu kenapa
ada peraturan semacam itu, dan mengapa satpam harus menjaga kami,
yang jelas jika di pikir-pikir kamu tidak akan melihat orang yang
berniat jahat untuk masuk ke sebuah gedung dengan sandal. Lihatlah di
film-film, tidak ada sniper yang masuk ke sebuah gedung tinggi
mengenakan sandal, atau pernahkah kalian melihat ada seorang perampok
yang masuk ke sebuah bank dengan menggunakan sandal jepit? Tidak
mungkin ada! Malah orang-orang dengan sepatu kulit mengkilat yang di
dalamnya telah diselipkan senjata ataupun pisau kecil yang sering
merampok bank. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk mengamankan
gedung rektorat itu dari mahassiswa-mahasiswa bersandal sepertiku.
Tapi kedua satpam tidak mau tahu alasan dilarangnya memasuki gedung
menggunakan sandal, mereka bersikeras melarangku untuk masuk. Bahkan
mereka menasehatiku “Sebagai mahasiswa itu tidak rapi kalau
menggunakan sandal, seharusnya mahasiswa itu memakai sepatu!”
Akku adalah aku yang dalam pikiranku kemudian menjawab “Bapak
berdua itu bukan mahasiswa tapi bapak pakai sepatu”
Oleh karena diusir itu apa boleh buat, aku tidak bisa melakukan
apa-apa. Aku akhirnya memutuskan untuk masuk ke gedung rektorat
dengan melalui pintu belakang. Penjagaan di bagian belakang gedung
rektorat sama sekali tidak ketat, aku melaluinya dengan sangat mudah.
Aku masuk dan melakukan pembaruan KTM, beberapa orang memperhatikan
aku yang mengenakan sandal, tapi aku enggak terlalu perdulikan itu.
Urusan KTMku bisa selesai hari itu juga, lega rasanya. Setelah turun
dari lantai dua aku akan keluar dari gedung rektorat, seketika
kutarik tangan temanku yang bergegas ke pintu bagian belakang dan
mengajaknya keluar melalui pintu depan. Temanku heran, tapi dia mau
saja ikutin aku.
Tentu saja dengan tetap menggunakan sandal aku keluar dari pintu
depan dan menyapa kedua satpam yang sebelumnya melarang kami masuk
itu. “Makasih pak, selamat bertugas” dengan senyum gembira aku
pergi meninggalkan kedua satpam yang sedang memikirkan entah apa di
dalam pikirannya itu.
Mahfuzh TnT

6 thoughts to “Sory I’m a Bad Person”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *