Sejarah Angka Romawi
Sejarah Angka Romawi

Bagaimana Angka Romawi Ditemukan? Apa aturan Sistemnya?

Posted on

Sistem bilangan Romawi muncul pertama kali sekitar tahun $800–900$ sebelum Masehi. Sistem angka ini diciptakan karena kebutuhan masyarakat Romawi akan simbol yang mewakili angka yang besar.

Sejarah Angka Romawi

Simbol di angka Romawi berasal dari jari tangan. Simbol “$I$” merujuk pada satu jari. Simbol “V” merujuk pada lima jari, yang saat itu diwakili oleh ibu jari dan telunjuk. Simbol “X” merujuk pada sepuluh jari ketika kedua tangan membentuk “V” kemudian digabungkan di bagian bawahnya​1​.

Awalnya mereka menggunakan simbol $\phi$ untuk mewakili angka 1000. Simbol tersebut kemudian beralih menjadi M, dan secara kebetulan kata “mille” di dalam bahawa Yunani berarti 1000. Simbol D digunakan untuk mewakili 500. Simbol C digunakan mewakili 100, yang secara kebetulan kata “cent” artinya 100 di dalam bahasa Yunani. Simbol L mewakili angka 50. Jadi proses penemuan simbol angkanya berasal dari angka 1, 5, 10, 1000, 500, 100, 50 (I, V, X, M, D, C, L)​1​.

Sistem penulisannya juga memiliki beberapa aturan, misalkan untuk menyatakan angka $3 = III $ tetapi pada kasus $4 \neq IIII$ melainkan $4=IV$, karena ada aturan:

Tidak boleh menggunakan simbol yang sama lebih dari tiga kali dalam satu angka.

Ketikan menyatakan angka $95 \neq VC$ melainkan $95 = XCV$ karena ada aturan:

Hanya angka persepuluhan yang bisa sebagai pengurang (disebelah kiri).

Jadi V tidak dapat berada di kiri sebagai pengurang seperti pada VC, VL, dll.

Sistem ini cukup rumit walaupun sebenarnya sudah cukup baik jika hanya untuk merepresentasikan angka.


Namun, di dalam keseharian, kita tidak hanya perlu mencatat angka, tetapi juga menambah, mengurangi, mengalikan bahkan mengakarkan.

Contoh paling sederhananya saja, untuk menjumlahkan angka semisal 95 +45, di dalam sistem romawi itu digambarkan XCV + XLV = CXL.

Nah… di pikiran kita sebenarnya yang terjadi ialah perhitungan dari XCV= 100–10+5, kemudian ditambahkan XLV= 50–10+5, barulah diperoleh 140. Sudah selesai? Belum, kita harus nyatakan 140itu ke simbol, menjadi 100+50–10 barulah dapat simbol CXL.

Ketika peradaban Islam mempelajari sains dan berkembang pesat hingga dataran India, mereka menemukan angka nol. Penemuan angka nol ini bukan dalam arti simbolnya melainkan sistemnya. Itu asal pertama kita menemukan yang namanya sistem angka desimal, dimana nilai sepuluh dinyatakan dengan angka 1 & 0​2​.

Sistem desimal ini memungkinkan perubahan total sistem penulisan angka dan seluruh perhitungan matematis.

Inilah yang kita kenal dengan Angka arab dengan sistem desimal. Inilah yang kita gunakan saat ini di seluruh dunia. Penjumlahan 95+45 bisa dilakukan dengan mudah, hanya dengan memahami konsep tingkatan angka puluhan dan satuan. Berikutnya ada lagi ratusan, ribuan, kemudian puluhan ribu dan seterusnya. Jadi saat ini penjumlahan dengan lima angka sekalipun hanya urusan matematika anak SD, kebayang kalau ini zaman dulu, harus pakai angka romawi?

Pustaka

  1. (1)
    J. Hom, E. Roman Numerals: Conversion, Meaning & Origins https://www.livescience.com/32052-roman-numerals.html.
  2. (2)
    Huda Muhammad, M. Penggunaan Angka Arab – Sebuah Revolusi Sains https://mystupidtheory.com/penggunaan-angka-arab-sebuah-revolusi/.
Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.