Bagaimana Satelit Bertahan di Termosfer yang 2482.2 C?

Posted on

Beberapa hari yang lalu aku penasaran dengan pertanyaan sederhana. “Bagaimana mungkin mesosfer itu sangat dingin dan termosfer sangat panas?” Karena dalam pikiranku kalau semakin ke atas akan semakin dekat dengan matahari, artinya akan semakin panas. Tapi kenapa malah semakin dingin? Jawaban dari pertanyaan ini ternyata berkalitan dengan bagaimana satelit bertahan di termosfer. Baiklah simak pembahasannya di bawah ini:

Pertanyaan ini berkembang dengan sangat menarik. Kenapa sangat menarik? Jadi gini, NASA menyebutkan bahwa temperatur di termosfer bisa mencapai 4500 fahrenheit atau setara dengan 2482.2  oC, bagaimanakah cara melakukan pengukuran temperatur ini? Termometer seperti apa yang mereka gunakan? Kalau di udara biasa (troposfer) mengukur temperatur bukanlah masalah besar, tapi bagaimana kalau kondisinya di ruang vakum luar angkasa, bagaimana bisa melakukan pengukuran?

Selanjutnya ada teman yang bertanya “Bagaimana mungkin satelit tidak meleleh di termosfer yang 2482.2 C? Bahan apa yang digunakan satelit?” Yah tau aja lah. Pertanyaan dari siapa ini.. XD

Pengukuran Temperatur

Selama ini mungkin pemahaman banyak orang mengenai temperatur ialah “Angka yang menunjukkan seberapa panas suatu benda atau area”, dan temperatur ditunjukkan oleh alat yang bernama termometer.

Sekilas, pemahaman ini benar, tetapi apakah ini sudah sempurna dalam menjelaskan apa itu temperatur?

Dalam ilmu termodinamika temperatur didefinisikan sebagai kecenderungan suatu zat untuk mengalirkan energinya pada lingkungannya. Ketika dua zat bersentuhan maka salah satu zat yang memberikan energinya merupakan zat yang temperaturnya lebih tinggi. Jadi temperatur tidak akan terdeteksi ketika dua zat tidak bersentuhan dan tidak mengalirkan energi (panas).  Itulah kenapa harus ada standard untuk pengukuran temperatur, ilmuwan menggunakan standard titik beku dan titik didih air sebagai standard untuk temperatur yang kemudian disempurnakan sebagai satuan Kelvin, yang mendefinisikan batas terendah dari temperatur.

Sederhananya, setiap kali kita mengukur panas tubuh dengan termometer, kita harus menyentuhkan termometer pada tubuh sehingga termometer akan menerima energi panas dari tubuh dan menunjukkan temperatur. Ini tidak akan terjadi tanpa kontak antara termometer dan tubuh.

Ketika kita menggunakan termometer untuk mengukur temperatur ruangan, maka terjadi kontak antara termometer dengan zat uap air dan udara di ruangan sehingga termometer akan menerima energi panas dan menunjukkan temperatur.

Jadi bagaimana jika termometer di bawa ke luar angkasa? Di luar angkasa hampir tidak ada zat karena keadaannya vacum. Karena kondisi ini, jika kita membawa termometer ke luar angkasa, tidak perduli apapun jenis termometer-nya, tidak akan bisa mengukur temperatur di luar angkasa. Kenapa? Karena termometer tidak akan menyentuh zat atau senyawa apapun.

Mengetahui hal ini, ilmuwan tidak menyerah. Hingga akhirnya mereka menemukan cara mengukur temperatur luar angkasa. Bagaimana caranya mengukur temperatur di mesosfer dan termosfer?

Ilmuwan menggunakan kerapatan atom untuk menentukan temperatur di mesosfer dan termosfer. Kerapatan atom ini dihitung sebagai densitas, cara mengukurnya ialah dengan menggunakan koefisien gesekan yang menghambat laju pesawat luar angkasa (spacecraft). Dengan cara ini ilmuwan dapat mengetahui densitas atom di luar angkasa.

Kemudian densitas atom dapat dikonversi menjadi temperatur dengan menggunakan salah satu cabang ilmu kimia fisika yaitu termodinamika.

Dengan jarak antar partikel yang sangat jauh, maka gas yang ada di ruangan vakum dapat kita asumsikan sebagai gas ideal. Dalam gas ideal berlaku persamaan:

P.V = N.KbT
T = P.V/N.Kb

Data densitas merupakan jumlah atom persatuan volume. Jadi dari persamaan tersebut jika P tetap dan V ruang luar angkasa = tak hingga (tetap juga), maka peningkatan dan penurunan temperatur hanya akan dipengaruhi oleh N atau jumlah atom. Jika N meningkat maka T pasti akan menurun, sedangkan jika N menurun jumlahnya maka T akan meningkat.

Dari sini bisa kita gambarkan bagaimana terjadinya peningkatan dan penurunan temperatur yang ekstrim di mesosfer dan termosfer.

Kondisi di mesosfer ialah, kandungan gas dan atom jauh lebih rendah dibandingkan di udara normal bumi, sehingga jika kita gunakan persamaan di atas, seharusnya temperatur mesosfer akan lebih tingi dari di bumi. Namun P atau tekanan di mesosfer jauh lebih rendah dibandingkan di bumi, sehingga tekanan menurun maka temperatur akan menurun juga.

Sedangkan kondisi di termosfer ialah kandungan gas dan atom jauh lebih rendah dibandingkan di mesosfer sedangkan tekanannya kurang lebih sama. Jadi temperatur di termosfer jika dibandingkan dengan mesosfer akan meningkat lebih tinggi disebabkan karena penurunan jumlah atom di termosfer.

Secara termodinamika persamaan di atas dapat mewakili kondisi ruang vakum yang berisi gas ideal dengan catatan tidak ada energi yang keluar dan masuk ke dalam lingkungan. Tetapi karena kondisi di luar angkasa ada energi yang masuk dan keluar dari lingkungan dan sistem, maka kalkulasinya tidak akan sesederhana itu.  Ilmuwan (bisa disebut NASA) harus melakukan kalkulasi jumlah energi yang masuk ke dalam sistem dan energi yang keluar dari sistem.

Perhitungan semacam ini bisa dilakukan dalam bidang termodinamika. Energi yang masuk merupakan energi dari gelombang radiasi matahari dan gelombang-gelombang kosmik lainnya. Sedangkan energi yang keluar dari sistem ialah berupa gelombang radiasi dari atom-atom di luar angkasa.

Temperatur Mesosfer

Ketinggian lapisan mesosfer ialah 50-100km dari permukaan bumi, pada lapisan ini temperatur sangat dingin mencapai -90 oC. Jika sebelumnya aku sudah menjelaskan pendekatan yang dilakukan para ilmuwan untuk menentukan temperatur di luar angkasa, dengan persamaan yang aku sebutkan di atas itu, masih tidak masuk akal jika temperatur di mesosfer ialah -90 oC.

Sangat rendahnya temperatur di mesosfer ini ternyata erat kaitannya dengan keberadaan beberapa molekul mayoritas pada lapisan ini. Salah satu molekul yang sangat besar jumlahnya di Mesosfer ialah Karbon Dioksida CO2.

Seperti yang sudah kalian ketahui bahwa gas CO2 merupakan collant agent yang sangat baik. CO2 dapat menurunkan temperatur secara instant karena senyawa ini dapat menyerap panas dan mengubah energinya menjadi radiasi foton. Sifat CO2 yang mampu menyerap panas dengan cepat inilah yang membuat gas CO2 digunakan dalam tabung pemadam kebakaran.


Di mesosfer senyawa CO2 akan menyerap radiasi matahari kemudian memancarkannya dalam bentuk radiasi foton ke bumi. Inilah yang menyebabkan ketika terjadi peningkatan CO2 di atmosfer, maka panas bumi akan meningkat yang kita kenal sebagai efek rumah kaca. 

 

Temperatur Termosfer

Termosfer merupakan lapisan atmosfer pada ketinggian 100-200 km, sebaliknya dari lapisan mesosfer, disini temperatur sangat tinggi mencapai 2482.2 oC. Ada setidaknya tiga alasan kenapa temperatur di Termosfer sangat tinggi, pertama seperti yang telah aku sebutkan di atas bahwa tekanan P sangat rendah di luar angkasa ini. Kedua jumlah molekul N di lapisan ini sangat sedikit ini menyebabkan penurunan temperatur berdasarkan persamaan gas ideal yang telah kita bahas. Ketiga ialah adanya energi radiasi UV matahari dan radiasi kosmik lainnya yang tidak diserap oleh atom CO2.

Lalu jika temperatur termosfer benar-benar 2482.2 oC , bagaimana mungkin satelit bertahan di temperatur ini? Ini dikarenakan walaupun temperaturnya 2482.2 tetapi keadaanya di luar angkasa dingin sehingga satelit dapat bertahan di termosfer.

Panas Tapi Dingin?

Ya! 2482.2  oC tetapi dingin. Bagaimana mungkin ini terjadi? Apa karena vakum? Yap!

Oke kalau aku jawab karena vakum, pasti bakalan pada bilang “Semua yang aneh dijawab karena vakum! Emangnya vakum itu sihirnya Harry Poter?” Hahaha.. Yaudah lahh.. Coba kita pelajari pelan-pelan.

Temperatur yang tunjukkan oleh angka 2482.2 oC merupakan definisi temperatur dalam skala mikro. Dimana ini ditetapkan dalam Hukum Termodinamika ke-Nol. Hukum Termodinamika ke-Nol mendefinisikan temperatur dimana molekul tidak lagi bergerak sebagai temperatur nol derajat. Temperatur nol derajat ini ketika dikonversi dalam satuan Celcius ialah -273 oC. Kemudian dijadikanlah ukuran temperatur dimana molekul tidak bergerak sama sekali ini sebagai satuan nol Kelvin (K), merujuk pada ilmuwan Lord Kelvin pendirinya.

Dalam pemahaman ini artinya adalah temperatur merupakan properti yang menunjukkan energi kinetik atom-atom gas yang saling bertumbukan dan menghasilkan panas. Artinya semakin tinggi temperatur maka semakin tinggi pula pergerakan atom gas. Artinya 2482.2 oC merupakan angka yang menunjukkan kecepatan gerak dari atom gas, permasalahannya ialah gas ini tidak akan bertumbukan dengan gas lainnya sehingga tidak akan menghasilkan panas walaupun energi kinetik atomnya sudah besar. Jadi walaupun 2482.2  oC tetapi tidak akan langsung membakar satelit ataupun astronot yang melayang di angkasa.

Definisi di atas mungkin masih sulit di cerna. Maka dari itu aku akan coba ceritakan dengan contoh yang lebih manusiawi mengenai gerakan molekul, temperatur dan panas yang dihasilkan ini.

Contoh paling sederhananya ialah ketika di sauna. Ketika di sauna, temperatur pemanas pasti diatur standard tidak berubah. Sekarang jika di sauna tersebut kita menuangkan air 1 ember, kemudian air tersebut akan menguap memenuhi ruangan. Apakah cukup panas?

Kemudian coba tuangkan air 30 ember ke pemanas tersebut, sehingga 30 ember molekul air akan mendidih memenuhi ruangan. Sekarang apakah cukup panas?

Ya. 30 ember melekul air akan membuat sekujur tubuhmu melepuh karena panasnya. Lalu kenapa 1 ember air tidak panas? Karena jumlah molekul sedikit, maka pertukaran panas antara molekul air dengan tubuh kita relatif lebih sedikit.

Begitu pula yang terjadi di ruang vakum. Tidak banyak gas yang akan mengalirkan panas pada satelit atapun baju astronot. Kepadatan molekul di termosfer ialah sekitar 1.9×1010 molekul/cm3, bandingkan dengan jumlah molekul di udara sektiar kita yaitu 3×1019 molekul/cm3. Perbandingannya ialah 1:109

Walaupun temperatur tingi pada termosfer tidak dapat mengalirkan panas karena tidak cukup molekul gas, tetapi satelit tetap perlu proteksi dari panas dalam bentuk radiasi.

Cara Rambat Panas dan Proteksi Satelit

Ada tiga cara rambat panas yang dikenal dalam ilmu fisika, yaitu: konduksi, konveksi dan radiasi. Di dalam ruang vakum dimana tidak ada material gas apapun, cara rambat panas yang bisa terjadi hanyalah radiasi.

Di ruang vakum termosfer terdapat berbagai jenis radiasi kosmik dan radiasi matahari yang mampu menaikkan temperatur logam bahan baku satelit. Namun satelit juga dilengkapi dengan teknologi radiator termal yang mampu melepaskan energi panas tersebut dalam bentuk radiasi ke ruang hampa. Silahkan cari informasi selengkapnya di google tentang teknologi radiator ini dengan kata kunci “Space Thermal Radiator”

Jadi selain itu untuk mengontrol panas yang diterima oleh satelit dan spacecraft, digunakanlah bahan khusus yang mampu menerima panas dan merambatkannnya. Seperti bagian yang menghadap ke Matahari menggunakan bahan yang menyerap ultraviolet sehingga dapat menyerap panas maksimal, sedangkan bagian yang menghadap ke bumi mampu melepaskan panas. Silahkan baca tulisanku sebelumnya tentang Cara Kerja Satelit. Dan untuk mengendalikan temperatur di dalam satelit maka setiap satelit dilengkapi dengan radiator termal yang akan melepaskan energi panas sehingga satelit tidak rusak/meleleh.

Salah satu contoh material anti radiasi ialah pada termos air. Pada termos air panas, di bagian dalam tabungnya pasti berwarna mengilap ini mencegah energi panas untuk merambat melalui radiasi. Sedangkan pada termos air dingin di bagian luarnya akan dilapisi dengan lapisan mengilap untuk menghalau rambatan gelombang radiasi masuk.

So.. Human is clever, isn’t it?

Penjelasanku memang tidak sampai sangat spesifik, hanya seperti pengantar dari penjelasan sebenarnya. Rumus yang aku pakai adalah pendekatan saja, bukan rumus sebenarnya, dari pendekatan semacam ini kita bisa melihat kemungkinan dibangunnya teknologi satelit dan pengukuran temperatur di termosfer dan mesosfer.

Hanya karena kita tidak cukup pintar untuk memahami sesuatu, bukan berarti semua manusia tidak bisa memahaminya.

Demikianlah penjelasan bagaimana satelit bertahan di termosfer.

Human is awesome creatures!

Sumber:

  1. http://helios.gsfc.nasa.gov/qa_sun.html#coronatemp
  2. http://helios.gsfc.nasa.gov/qa_sp_ht.html
  3. E. Doornbos, Thermospheric Density and Wind Determination from Satellite Dynamics,2012, Springer Theses, DOI: 10.1007/978-3-642-25129-0_2, Berlin Heidelberg
  4. http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/thermo/temper2.html
  5. http://disc.sci.gsfc.nasa.gov/ozone/additional/science-focus/about-ozone/atmospheric_structure.shtml
  6. http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/thermo/temper2.html
  7. http://ifisc.uib-csic.es/raul/CURSOS/TERMO/Thermodynamic%20temperature.pdf

Gambar:

http://www.nasa.gov/images/content/167162main_sts116-301-028_hires.jpg
https://www.standeyo.com/NEWS/10_Space/10_Space_pics/100716.thermosphere.jpg

61 thoughts on “Bagaimana Satelit Bertahan di Termosfer yang 2482.2 C?

  1. Oh ternyata gutu ya min, pantesan aja si satelit ato astronot kuat bertahan di luar angkasa dengan temperatur yang tinggi. Makasih infonya

  2. Sy pikir ada unsur pembodohan di sini,penjelasan awalnya menarik tpi lama2 makin gk bobot sih,termos air di buat vacum agar panas tidak merambat ke luar,ini panas dari luar jadi satelite di buat vacum agar panas dari luar tdk merambat ke dlm yg ada astronot nya mati kehabisan nafas dn kepanasan, gk percaya praktek sendiri di rmh, resiko tanggung sendiri

  3. Di dalam Qur’an dan hadist, bumi itu datar, bukan bulat. Perumpamaan Bumi seperti uang koin yg berbentuk lingkaran (bukan kotak apalagi persegi), Uang koin yg bundar (bukan bulat seperti bola), yg maha luas/maha tebal (permukaannya
    datar). Dan bumi tidak berputar pada porosnya. Bumi tidak mengelilingi matahari. Bumi itu tetap pada tempatnya. Mataharilah yg bergerak(bukan berputar) dari timur ke barat dan tenggelam di lumpur yg maha panas, dan matahari bertasbih kepada Alloh serta patuh pada perintahnya.(SEMUANYA GAIB DAN HANYA ALLOH YG TAHU) Jin diciptakan dari api, maka jin bisa menembus atmosfer (jin tidak terbakar di atmosfer) dan sampai ke langit mencuri-curi berita dari malaikat. Lalu malaikat tau dan jin dilempar dengan bebatuan langit yg besarnya seperti gunung bahkan lebih. Dan jin larinya ke bumi diikuti oleh bebatuan langit yg sangat besar. Dan batuan langit yg besarnya segunung lebih, bisa hancur terbakar saat memasuki atmosfer bumi dan menjadi kerikil saat tiba di tanah. jadi tidak ada yg namanya bintang jatuh. MUSTAHIL MANUSIA MENDARAT DI BULAN. sebelum sampai kebulan, roket/pesawat/apapun itu akan terbakar habis di lapisan atmosfer, kecuali jin/malaikat. Apakah anda tidak mengakui kebenaran Qur’an hadits?

  4. oalah baru inget , hukum termodinamika ternyata yg bikin panas gak terlalu panas.
    Gw baca wiki suhu termosfer bukan 2482.2℃ tapi 1500℃.

    Btw itu suhu 1500℃ di permasalahin maniak flat earth ,
    dan ternyata mereka lupa hukum termodinamika mereka. ato mungkin gak tau ya ??

    1. Bagaimana dengan kecepatan ISS ….. Setelit mampu ga mengelilingi bumi dalam satu haru berapa kecepatan setelit katanya 7,66km/s . kenapa astronot bisa mengambang di luar dan knpa panel panel ga rapuh

      1. kenapa astronot bisa mengambang dengan sampai di kecepatan 7,66km/s, ngisi bahan bakarnya bagaimana, dan di tayangan iss knpa katanya di luar angkasa ada 13000 setelit mana buktinya

      2. Perlu diingat, gaya grafitas bumi itu masih kuat walaupun pada lapisan thermosphere. Benda2 atau manusia yg ada pada lapisan itu masih terpengaruh oleh gaya grafitasi bumi. Contoh kuatnya medan grafitasi bumi masih dapat mempengaruhi revolusi bulan mengelilingi bumi. Pada saat tertentu jarak bulan menjadi dekat dan sebaliknya.

  5. luar angkasa ada vakum jd tak ada udara disana? panas tidak bisa di rasakan? berarti saat astronot mendekati matahari untuk mengukur diameter sama suhu ngga terasa dong panasnya sama si astronot? setidaknya berada pada posisi dekat merkurius/ venus yang masih ada jarak berarti pesawatnya ngga meleleh ya? buktinya bisa ngukur jarak dari matahari antar planet,diameter juga wah hebat!! tapi kok yang heboh pas bisa kebulan doang waktu ngukur diameter kok ennga? seenggaknya bisa deket matahari kan bangga? ya setidaknya si satelit yang isi nya kamera terbang bebas di luar angkasa lah yaa yang dibanggain, hebat lo terbang bebas ngga ada yang ngarahin tapi ngga pernah rusak pas ketrabak batu” luar angkasa ato hampir ketabrak bisa ngehindar sendiri…. wahh kalo pada bilang satelit itu ngga sampe sana terus gambar planet,galaksi sampai ada black itu darimana? yang katanya nasa dapet kiriman gambar dari satelit. Adayang ngontrol? mobil remot kali/drone yg ada remotnya? ada batas jaraknya bro,,ya kan? kalo bisa ngontrol dari bumi ke luar angkasa yang ngga ada batasnya berarti ada dong alat yang ngontrol semisal kita di bumi utara pesawat yang dikontrol di bumi selatan? YA NGGA SIH? pesawat ngga butuh pilot berarti tinggal dinkontrol pake alat itu. JELASIN DONG

  6. Yang jadi pertanyaan. Astronot memperbaiki ISS di luar angkasa, katanya kecepatannya 28000km/h? Apakah karena di luar angkasa hal tersebut menjadi cepat tetapi LAMBAT? Apa argumennya kembali dijawab karena VAKUM? atau karena kerenggangan partikel?
    Beri penjelasan kawan, aku tau jika bumi dianggap datar dan gravitasi tak ada, maka seluruh rumus perhitungan selama ini jadi tak berlaku. Karena setiap perhitungan fisika pasti memperhitungkan gravitasi dan lengkung bumi.
    Maaf saya gak ajak kalian buat debat, cuma butuh pemahaman.

    1. kecepatan itu relatif
      antara astronot dan ISS sama sama bergerak dengan kecepatan relatif 28000 km/h
      sedang antara astronot dan ISS kecepatan relatifnya 0 km/h

      contoh sederhananya adalah ketika orang sedang naik kereta.
      kecepatan kereta 70 km/jam relatif terhadap titik acuan rel
      orang yg duduk dikereta juga kecepatannya 70 km/jam relatif terhadap acuan rel
      tapi kecepatannya 0 km/jam relatif terhadap kereta

      semoga bisa membantu

      1. kalau gitu kenapa Tom Cruise sampai pingsan menahan kecepatan pesawat , itu baru sedikit kecepatannya , apa lagi 28000km/h . kalau di kereta ia itu di dalam kereta . contohnya jangan kereta , kamu naik motor dengan kecepatan 80 km/jam badan kamu tegakkan dan rasakan yang anda rasakan apakah ada dorongan dari kecepatan tersebut

      2. @ridwan Film Top Gun ya? Pasti dia pingsannya saat pesawatnya menukik keatas kan? Itu karena darahnya tertarik oleh gravitasi yang tiba tiba bertambah (mirip yang anda rasakan saat pesawat lepas landas tapi lebih kuat)… Kalo stasiun luar angkasa gaada gerak tukik menukik seperti itu. Sudah ada orbitnya, jadi sanz aja.

      1. Jos min… Mungkin bisa di jelaskan juga tentang argumen2 yg lain seperti lautan di zoom bisa sampe ber kilo2 mtr. Biar lbih jos…

  7. Yah jd intinya diluar angkasa itu vakum jd tak ada udara disana, otomatis panas gak bs di rasakan disana, dan kecepatan satelit jg gak bs di bandingkan dgn jet, karena satelit bergarak dgn kcptn 28 mach tanpa ada gesekan dgn apapun, sedangkan jet dgn kcptn 3 mach itu bergesekan dgn udara. Gitu gan?
    Btw, bahan satelit itu apa ya gan? Hehe maap gan sya cm orang awam yg mencari kebenaran.

  8. Knp satelit buatan bisa melayang di angkasa,sedangkan letaknya diantara bumi dgn bulan ? Bukankan selama ini kita diberitahu kalo gravitasi bumi bisa sampai/narik bulan ( yg jaraknya lebih jauh dr satelit buatan )… seharusnya satelit jatuh ke bumi, tidak melayang2 di angkasa…

    1. karena satelit bergerak dengan kecepatan tertentu sehingga menimbulkan gaya sentripetal yg melawan gravitasi bumi.

  9. Sebuah tulisan yang bagus, dan bagi saya hampir sedikit bukan terlupakan, namun butuh waktu untuk memikirkan. Ketika saya baca artikel " Ancaman Bahaya Sampah Luar Angkasa " memang kurang lebih di sekitar menjelang akhir tahun 2012, perlu kita analisa. Sebab semenjak tahun 2012, ada beberapa indikasi yang dirasakan, apakah pancaroba iklim yang terjadi juga akibat pengaruh sampah satelite ? itu sempat menjadi pertanyaan saya juga. Dan bagaimana efek radiasi yang ditimbulkan, karena mengingat bahan baku pembuatan satelite, terimakasih. semoga tulisan anda dan mungkin komen yang baik bisa memberikan masukan yang berarti bagi kita semua, khususnya pihak LAPAN..salam

  10. exactly !! akhirnnya ane nemu temeeen yang masih waras, gw kira civilian di indonesia udah pada datar semua gara2 paketan murah jd pada liat yutub, dan sialnya mereka percaya !!

    kepo aja nih bang, btw mmm.. situ engineer yah ?

  11. Arief januanto
    KAn idah dijelaskan kalau dilapisan itu jarak partikel sangat renggang jadi hambatan udaranya pun jadi sangat minim berbeda dengan lapisan yg di bawahnya seperti mesosfer dan throposfer

  12. saya bisa lihat yang nulis ini blog adalah orang selalu penasaran, dan geram kalau tidak tahu apa-apa,selalu ingin tahu, dan teruss mencari tahu, berbeda dengan kaum Flat Nomer yang hanya bisa dikamar mengurung diri dan mengangguk ngangguk liat video dari boss tarling
    ,kerja bagus (ajungan jempol untuk penulis blog)

  13. Untuk menghubungkan antar tower/bts/pemancar ada satu rumus yang wajib di masukkan yaitu.. yap PERHITUNGAN LENGKUNG BUMI tanpa rumus ini mana mungkin bisa terjadi koneksi antara bts/pemancar satu dengan bts/pemancar lainnya

    1. Ini menarik sekali, rumus Perhitungan Lengkung Bumi.
      Logikanya klo bumi nya datar, rumus ini akan menjadi tidak berlaku. Dan itu artinya dgn rumus ini, berarti orang tidak saja hanya bisa menghubungkan koneksi antar tower, tapi juga bisa membuktikan bahwa dalam jarak sekian KM bumi harus/pasti melengkung. sehingga antara teori/rumus akurat dengan faktanya.

    2. yang membuat bts 1 dengan bts lainnya terhubung bukan karna lengkung bumi kali, walaupun jarak bta a dengan bts b dekat tapi kalau di tengah ada gedung maka pemancarnya akan bermasalah, jadi bukan masalah lengkung bumi tapi masalah kontur, geung: ataupun pepohonan….

  14. Pemalsuan fakta menggunakan hukum fisika,istilah panas tapi dingin dibuat untuk membingungkan,dengan alasan kerapatan molekul tidak cukup untuk menghantarkan panas……artikel anda hanya bertujuan membodohi dengan ilmu,sedang meteor saja yg dari luar ke bumi terbakar hebat karena gesekan anda mau bilang satelit di ketinggian 400km melayang dengan aman?itu meteor di ketinggian berapa mulai terbakar?sudah ada data akurat?jangan rekayasa pembodohan dengan ilmu yg anda pelajari,disiplin keilmuan pada dasarnya mencari kebenaran atas adanya tuhan bukan sebalinya,mungkin anda juga termasuk penganut teori bigbang dan kebanyakan ilmuwan percaya bigbang daripada penciptaan…miris dan jadi ironi jika yg anda cari tak anda temukan padahal IA lebih dekat dari urat leher anda.

    1. untuk orang yang pernah belajar fisika saya rasa bisa paham mengenai penjelasan istilah panas tetapi dingin di atas! coba analisa pernyataan ini baikbaik "Ada tiga cara rambat panas yang dikenal dalam ilmu fisika, yaitu: konduksi, konveksi dan radiasi. Di dalam ruang vakum dimana tidak ada material gas apapun, cara rambat panas yang bisa terjadi hanyalah radias". meteor terbakar saat memasuki atmosfer bumiitu karena mengalami gesekan dengan udara di atmosfer pada kecepatan tinggi!

      1. Monica Oshamu@
        Oke jika ada pemahaman satelit bisa tahan panas seperti itu,
        tapi bagai mana dengan kecepatan 28000 km/h ? Pesawat yg di buat dengan kecepatan 3000 km/h aja kokohnya kyk gitu + pilotnya harus duduk anteng, Nahh klo satelit ? Bisa RONTOK satelitnya. dan bagai mana astronotnya bisa keluar masuk dengan santainya ? itu kecepatan 28000 km/h lohh…

    2. kalo kurang paham
      saya kasih contoh
      air 1 liter dengan suhu 50 c ditambah air 1 liter dengan suhu 20 c akan bergabung menjadi air 2 liter dengan suhu sekitar 35 c

      sekarang air satu tetes suhu 1000 c ditambah air 1 liter suhu 20 c akan bergabung menjadi air 1 literan dengan suhu 20,….. c

      ini namanya perpindahan kalor, yg berhubungan juga dengan kapasitas kalor,

      kalo diluar angkasa ada partikel suhu 10000 c tapi cuman 1 titik atom tidak akan mempengaruhi perpindahan kalor karena kapasitasnya yg cuman 1 titik atom. tetapi dengan suhu yg begitu tinggi efek yang lebih berbahaya adalah radiasinya.

      semoga membantu

  15. mumet mikir fe vs ge … tp dri situ akan ada lbih bnyak pertnyaan,,, bgmn satelit bisa survive di van allen belt, foto/video bkinan nasa cs real or fake? bnrkah ekdpdisi ke moon n ke mars, dll,,, dua kubu saling bntah dg argumen yg bisa dtrima akal… so what the truth is?

  16. Mau Tanya gan . satellite google gimana ya caranya ambil citra bumi ya? klo bumi berotasi Dan kecepatannya rata2 satellite nya 28.000 km/jam

  17. Thanks artikelnya gan. Sangat membantu sekali. Saya memang penasaran terhadap pernyataan kaum FE yg bilang bahwa tidak mungkin satelit bisa bertahan di angkasa tanpa terbakar/meleleh karena suhu di sana sangat tinggi. Sekarang saya tau jawabannya. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *