Benarkah Garam Tidak boleh Dimasak?

Posted on

Sebenarnya ini berita HOAX yang sudah lama sekali, jadi dulu sudah pernah ditanyakan temanku, terus aku jawab. Tetapi kemarin ada lagi teman yang nge-share ini, jadi aku akan masukkan ke Enslikopedia HOAX Nasional. Benarkan garam tidak boleh dimasak ? simak penjelasanku di bawah ini:

Setiap harinya pasti kita tidak lepas dari bumbu masakan yang satu ini, garam ada hampir di semua makanan dari sarapan hingga makan malam. Maka ketika ada kemungkinan garam yang dikonsumsi sehari-harinya ternyata menyebabkan penyakit, pasti langsung kepikiran.

Makanya logika berhenti seketika dan langsung mengaminkan saat membaca HOAX seperti ini:

HOAX Garam Tidak Boleh Dimasak

Apalagi penyakit yang disebutkan itu yang menakutkan kemudian dibungkus lagi dengan dalil agama. Otak otomatis menerimanya seolah-olah fakta ilmiah. Tulisan selengkapnya seperti ini:

LAGI LAGI AJARAN ISLAM TERBUKTI KEBENARANNYA. 

GARAM alias UYAH 

TAKUT AKAN PENYAKIT YANG TIMBUL DARI GARAM?

INI CARA RASUL MENGKONSUMSI GARAM

Nabi Muhammad Sholallohi ‘alaihi wassallam bersabda : “Sebaik-baik lauk adalah garam” (Al-Baihaqi). 

SEBAIK BAIK LAUK ADALAH GARAM.  
Sangat bertentangan dengan dunia medis saat ini yang mengatakan bahwa makan garam bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, dehidrasi, keropos tulang dan penyakit empedu, namun hal itu tidak akan terjadi jika anda mengetahui cara mengkonsumsi garam dengan baik dan secara benar. Sesuai Sunnah Rasul.

Begini Cara Mengkonsumsi Garam Agar Terhindar Dari Penyakit (Ala Rasul)
Jadi sesuai dengan hadist di atas yang menyatakan Garam bukanlah penyebab penyakit, tapi malah obat yang paling mujarab seandainya digunakan dengan cara yang betul.

Kuncinya adalah
GARAM TIDAK BOLEH DIMASAK !!!.  
Ingat tidak boleh dimasak !!!
Kesalahan kita (kebanyakan orang Indonesia) ialah kita memasak garam yaitu memasukkan garam ke dalam masakan ketika masakan sedang MENDIDIH/ PANAS. 

Hal tersebut akan menyebabkan garam menjadi racun/toksik… Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang berbagai penyakit, selain itu kandungan yodium pada garam juga akan hilang dengan percuma. Ingat yodium sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Begini Cara yang betul penggunaan garam agar garam benar-benar menjadi obat bagi Anda, bukan jadi Penyakit. 

Masaklah makanan yang ingin dimasak sehingga selesai. 
Contohnya: sayur, masukkan garam dalam masakan apabila makanan dan airnya sudah berangsur dingin,atau dalam keadaan dingin.

Ingat makanan yang dimasak harus tanpa garam ingat tanpa garam !!!!! 

Selagi makan, sediakan semangkuk garam dan taburkan di atas makanan yang ingin dimakan sesuai selera masing2.

Garam adalah mineral bagi tubuh, “Banyak amalan yang dilakukan oleh para Salafus sholeh ialah dengan mengambil garam sebelum memulai makan” 

Garam digunakan sebagai pembuka makan dengan mengambilnya dengan ujung jari dan dimasukkan ke mulut.
INGAT GARAM ADALAH MINERAL !!!!  
Kelebihannya atau manfaatnya mengkonsumsi garam antara lain ialah:

Mengobati lebih dari 70 penyakit, antara lain Darah tinggi, Diabetes, Tulang keropos, Gondokan, Pusing sakit kepala dll serta tidak akan mengalami keadaan mati mendadak.
Silakan sebarkan, sekiranya anda ingin orang-orang yang anda cintai menjadi sehat.

Berbagai penyakit yang disinyalir timbul akibat garam seperti gejala jantung dan tekanan darah tinggi adalah akibat dari penggunaan garam yang salah dan berlebih. 
Karena kalau memasak jangan dikasih garam. Ingat, garam jangan dimasak.

InsyaaLlah penyakit darah tinggi, jantung bisa dihindari dengan cara makan yg baik.

Jadi kesimpulannya yg benar garam itu adanya di meja makan bukan di dapur.

MARILAH BERUBAH AGAR SEHAT SEMUA.

ORANG ASING LEBIH AWAL MENGGUNAKAN GARAM SELALU DI MEJA
Tuk lebih banyak tahu tentang atthib annabawi atau kedokteran Islam.
Gabung yuk bersama HNI
#HNI HALAL IS MY WAY
Semoga bermanfaat

Sebenarnya ini HOAX yang obvious sekali. Pertama-tama, penggunaan huruf kapital yang tidak hanya pada judul artikel, itu sudah jelas sekali kalau sengaja dibuat pembacanya panik, merasa informasinya penting, benar, harus segera dibagikan. Padahal isinya kosong, penulisnya bahkan nggak mengerti cara mengantarkan informasi.

Garam Menyebabkan Penyakit?

Pertama-tama pernyataan “makan garam bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, dehidrasi, keropos tulang dan penyakit empedu” itu hanya benar jika konsumsi garamnya berlebihan. Di dalam jurnal-jurnal kesehatan disebutkan “high sodium intake” yang artinya konsumsi natrium berlebihan.

Kuncinya adalah
GARAM TIDAK BOLEH DIMASAK !!!.  
Ingat tidak boleh dimasak !!!
Kesalahan kita (kebanyakan orang Indonesia) ialah kita memasak garam yaitu memasukkan garam ke dalam masakan ketika masakan sedang MENDIDIH/ PANAS. 

Ini ilmu dari mana? Saya kuliah Ilmu Kimia sudah 5 tahun belum pernah dapat perbedaan sifat serta dampak dari garam di air panas dan garam di air dingin.

Garam itu larut di dalam air dalam temperatur ruang, dengan pemanasan garam akan lebih mudah larut. Jadi garam yang dimasukkan ketika sedang dimasak itu lebih mudah terlarut/terserap ke air. Itu saja bedanya.

Kecuali kalau dimasaknya melebihi temperatur $1000^OC$ barulah garam memiliki sifat yang berbeda sebab akan meleleh. Kalau tidak bisa membayangkan, itu panasnya hampir sama dengan pelelehan besi murni. Tidak mungkin dicapai dari kompor dapur.

Ketika dimasak dan bercampur dengan makanan, garam masih memiliki sifat aslinya, rasanya masih asin, sama persis ketika dilarutkan dalam keadaan tidak panas. Kemudian kalimat ini:

Hal tersebut akan menyebabkan garam menjadi racun/toksik… Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang berbagai penyakit, selain itu kandungan yodium pada garam juga akan hilang dengan percuma. Ingat yodium sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Ini karangan semuanya, sampah, crap! Baca saja, kalimat pertama menggunakan titik tiga “…” penulis bodoh macam apa yang menggunakan lebih dari satu titik untuk mengakhiri kalimat? Baca lagi kalimat kedua, kata “ber-asid” itu artinya apa? asam? Darimana asamnya kalau itu garam? Kemudian diakhiri dengan “Yodium sangat bermanfaat untuk kesehatan” Iya semua orang juga tahu! Nggak ada hubungannya dimasak, nggak dimasak dengan kandungan Yodium. Ngawur.

Begini Cara yang betul penggunaan garam agar garam benar-benar menjadi obat bagi Anda, bukan jadi Penyakit. 

Masaklah makanan yang ingin dimasak sehingga selesai. 
Contohnya: sayur, masukkan garam dalam masakan apabila makanan dan airnya sudah berangsur dingin,atau dalam keadaan dingin.

Ingat makanan yang dimasak harus tanpa garam ingat tanpa garam !!!!! 

Kalimat pertama menggulang kata garam dua kali. Penulis bodoh macam mana yang mengulang kata benda yang sama di satu kalimat? Kalimat kedua berisi informasi yang tak jelas muaranya. Kalimat ketiga, bukan hanya mengulangi kata benda “garam” dua kali tetapi juga mengakhirinya dengan lima tanda seru, ya lima “!!!!!”.

MARILAH BERUBAH AGAR SEHAT SEMUA.

ORANG ASING LEBIH AWAL MENGGUNAKAN GARAM SELALU DI MEJA
Tuk lebih banyak tahu tentang atthib annabawi atau kedokteran Islam.
Gabung yuk bersama HNI
#HNI HALAL IS MY WAY
Semoga bermanfaat


Seperti kebanyakan HOAX tentang kesehatan, ujungnya yah jualan! Pokok laris manis, ngarang, bohong, menyesatkan nggak papa lah, demi kebaikan bersama. Sebentar lagi level diamond, bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis!

Intinya ialah ini HOAX yang dibalut dengan dalil agama. Agamanya enggak salah, dalilnya enggak salah, penulisnya yang ilmunya dangkal tapi pengen level diamond dan jalan-jalan ke luar negeri.

Kesimpulannya ini hanyalah HOAX yang dibalut dengan dalil agama dengan interpretasi sesuka hati asalkan ada yang mau gabung grup bisnisnya.

Karena kebetulan pembaca sudah mampir di blog ini, berikut ini informasi tentang garam yang kredibel dari situs Sekolah Nutrisi Harvard:

Beberapa Risiko Kesehatan karena Garam

Tidak bisa dipungkiri bahwa kelebihan konsumsi garam dapat meningkatkan resiko terserang beberapa penyakit. Ini umumnya terjadi pada kalangan usia 50-an, pengidap diabetes, dan yang memiliki tekanan darah yang tinggi.

Konsumsi garam berlebihan menyebabkan sel kekurangan air, akibatnya haus, ketika minum air, maka jumlah cairan di tubuh meningkat, termasuk cairan darah meningkat, jumlah darah yang meningkat menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras, jantung bekerja keras maka tekanan darah meningkat, inilah yang meningkatkan risiko gagal jantung dan kerusakan kardiovaskular (stroke).

Nah.. Yang perlu di ingat ialah lidah kita memiliki sensitivitas yang berubah seiring bertambahnya konsumsi garam. Misalkan setiap kali makan konsumsi garam 10gr, kemudian coba dinaikkan ke 15gr, maka ketika merasakan yg hanya 10gr, akan terasa kurang asin.

Sekarang bayangkan kalau jumlah garam itu kita tingkatkan terus karena ketidak puasan kita, apa yang terjadi? Akan ada kebiasaan makan garam yagn berlebihan. Saat masih muda mungkin tidak akan terlalu terasa di tubuh karena metabolismenya masih prima.

Namun dalam jangka panjang, ketika sudah tua, akan menyebabkan gagal jantung yang sudah kujelaskan di atas. Oleh karena itu sebaiknya meminimalisir standar garam harian kita.

Manfaat Garam

Selain memiliki potensi menyebabkan penyakit, mengonsumsi garam ternyata juga merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Manfaat garam diantaranya ialah menjaga koneksi antar sel syaraf, memberikan relaksasi pada otot tubuh dan juga mengontrol ion-ion tubuh agar tetap stabil dan seimbang.

Artinya garam menjadi berbahaya hanya jika konsumsinya berlebihan. Oleh karena itu sebaiknya ketika memasak meminimalisir penggunaan garam. Kurang asin sedikit tidak masalah, asalkan kesehatan terjamin.

Thanks for reading!

Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

10 thoughts on “Benarkah Garam Tidak boleh Dimasak?

  1. Terima kasih atas informasinya kak Mahfuzh, terus membagi ilmu pengetahuan ilmiah dan informasi non – hoax

    Salam Salaman – Hujan Tanda Tanya

  2. Bagus banget mas, aku baru nemu blogmu ini. Informasinya bagus dan disampaikan dengan cara yang asik. Sebelumnya aku juga suka baca soal beberapa MLM di salah satu blog yang lumayan banyak pengunjungnya dan di bagian komentar pasti langsung banyak yangmenyerang(kemungkinan anggota MlM tersebut). Sama dengan artikelmu soal bioglass dan air hexagonal ataupun air alkali. Intinya yang mau tak sampaikan adalah sampai saat ini beberapa produk MLM yang beredar di pasaran banyak dibawakan dengan narasi yang too good to be true dan orang-orang awam tidak kuasa melakukan counter argumen karena kalah ngomong. Blog seperti punyamu ini yang insyaallah bisa membantu temen-temen yang masih galau dengan klaim yang sepertinya menawarkan suatu solusi yang luar biasa dengan memanfaatkan ketakutan manusia akan rasa sakit atau kondisi finansial. Semoga makin banyak pengunjung blog kamu ya mas, dan makin banyak artikel-artikel serupa.

  3. pak. coba bahas ttg garam himalaya yg lgi happening banget d FB akhir2 ini. banyak yg beralih menggunakan garam himalaya drpd menggunakan garam yg biasanya.. emang apa bedanya ?

  4. Hoax soal makanan, cara memasak, dan gizi banyak soalnya. Akan sangat membantu kalau ada seri yg bahas kebohongan di balik info-info meresahkan itu. Masih inget gak postingan FB yg efek makan cokelat setelah makan mie instan yang katamu dideskripsikan macam siksa kubur? Nha kayak gitu XD

    Yang sampai sekarang bikin aku penasaran yg konon jadi penyebab kematiannya Munir itu loh @___@ Makan udang terus minum jus jeruk? Waktu itu siapa yg bilang hoax, ya? Dirimu bukan? Tapi ibuku mengaku pernah mules luar biasa, keracunan, habis makan udang yang ditutup dengan minum minuman yang mengandung jeruk @____@ *aku mau buktikan ga berani

  5. Bwahhahahahahahaha. Akhirnya kau taruh juga di blog, Fuzh :v Dasar Tsundere :v So yeah. Penulis hoax perlu baca ini biar mereka belajar teknik menulis yang baik dan benar dan lebih meyakinkan, betul? XD

    Anyway, dari kecil aku diajarin “jangan masukin garam pas lagi masak (makanan berkuah). Masukinnya pas masakan udah agak dingin aja.” Dan kurasa bukan cuma aku. Kuingat guru SDku juga mengatakan hal yang sama. Berarti Hoax ini sudah ada sejak rezim pemerintahan yang sebelumnya, dong xD

    Aku baru tahu garam berlebih berefek buruk ke orang diabetes. Kirain cuma kelebihan gula aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.