Fotografi

Posted on
Urban Sunset
Urban Sunset

Sejak kuliah, Aku selalu tertarik pada dunia visual. Berawal dari desain grafis membuat poster, tulisan ataupun sekedar logo kecil. Tetapi aku sadar kalau bakat seni memang datar, tidak menonjol bak gunung.

Dalam keterbatasan itulah aku menemukan fotografi. Dengan manipulasi digital, fotografi menjadi sesuatu yang sangat menarik. Dimulai dari smartphone, yang kemudian kuedit (dengan warna yang sangat cerah terbakar, sangat buruk). Begitulah awal, tak langsung memukau.

Pada tahun 2017, aku memutuskan untuk membeli kamera Canon EOS Kiss X7, kemudian melengkapinya dengan lensa ajaib Canon 50mm. Gear ini tidak menghasilkan banyak foto bagus, karena aku tidak memaksimalkan potensi file bertipe RAW, tetapi setidaknya membuatku semakin senang dengan dunia fotografi.


Kamera itu kemudian aku berikan ke kakakku, karena sudah mengincar gear baru. Ini penyakit fotografer amatir, terobsesi dengan gear baru. Padahal tidak terlalu penting dan signifikan.

Di 2018 akhir, aku membeli Canon Mirorless Kiss M50 yang dilengkapi dengan lensa wide 22mm f2.0. Kamera ini jauh lebih compact dan ringan dibandingkan Kiss X7.

Lensa 22mm f2.0 dapat menghasilkan foto dengan kualitas yang sangat tajam dan bagus. Lensa ini juga sempurna untuk street fotografi dan indoor photo. Hanya saja kurang oke kalau untuk travelling. Akhirnya aku beli lensa zoom Canon 24-105mm f4.0 L yang powerfull digunakan dalam berbagai kondisi.

Belakangan aku memproduksi banyak foto dari kedua lensa tersebut. Semoga menarik, beginilah hasilnya:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.