Gas Air Mata | Kandungan Kimia, Fakta dan Penanganan

Posted on

Yap! Sebentar lagi akan ada pesta demokrasi terbesar di Indonesia. Walaupun biasanya akan aman-aman saja, namun memang tidak menutup kemungkinan akan ada gerakan massa besar-besaran. Oleh karena itu akan ada kemungkinan penggunaan gas air mata untuk penanganan demonstran/massa dalam jumlah besar. Apa itu gas air mata? apa kandungan senyawa kimianya? Seberapa jauh bahayanya? dan bagaimana penanganannya? Silahkan simak dalam pembahasan di bawah ini:

 

Gas Air Mata

Kandungan Gas Air Mata

 

Setahuku penggunaan gas air mata di Indonesia terakhir kali ialah saat gerakan 212 yang menuntut kejelasan proses hukum dari Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Digunakan pada malam hari untuk mengontrol massa yang dianggap tidak tertib dan melebihi jam malam dari aksi demo.

Selain itu, aparat hukum negara juga menggunakan gas air mata dalam aksi-aksi massa besar. Ups ada juga yang buat ngebubarin ibu-ibu pengajian seperti di berita yg aku capture di atas. Tapi itu menyalahi aturan penegakan hukum. 😀

 

Kandungan Kimia Gas Air Mata

Pasti banyak dari kalian yang mengira kalau gas air mata dibuat dengan bahan alami seperti gas bawang merah kan? Ups! Kalian salah! Sebenarnya senyawa yang digunakan merupakan aerosol, bukan gas. Aerosol adalah koloid yang berasal dari zat padat yang terdispersi di dalam gas.

Baca juga: Pengertian Koloid dan Proses Pembuatannya

Senyawa kimia aktif yang terdapat pada gas air mata ialah 2-Clorobenzalden Malononitril atau yang kerap disebut CS. Zat ini dikembangkan oleh ilmuwan Amerika Ben Corson dan Roger Stoughton pada 1928.

Struktur kimia dari CS ialah:

 

Kandungan kimia gas air mata
Kandungan kimia gas air mata: 2-Clorobenzalden Malononitril

Senyawa ini jauh berbeda dengan yang ada pada bawang merah. Senyawa yang terdapat pada bawang merah memiliki struktur yang jauh lebih kompleks dan merupakan gas volatil yang disebut (Z)-propanethial S-oxide.

 

Fakta Tentang Gas Air Mata


Walaupun kita sering melihat penggunaan gas air mata untuk mengontrol massa di berbagai negara, namun ternyata penggunaannya dilarang dalam perang. Yap! Kamu nggak salah baca.

Hal ini sudah diatur dalam Konvensi Penggunaan Senyawa Kimia tahun 1993. Disebutkan bahwa gas air mata tidak boleh digunakan sebagai senjata perang, namun diperbolehkan untuk mengontrol massa saat kerusuhan terjadi. Itulah sebabnya aturan penggunaanya sangat ketat dan pelanggaran dari pihak berwenang sekalipun akan mendapatkan sanksi tegas.

 

Efek dari Gas Air Mata

Pada dasarnya ada banyak senyawa kimia yang dapat digunakan untuk gas air mata, diantaranya ialah CS dan (Z)-propanethial S-oxide yang sudah kita bahas tadi. Senyawa-senyawa tersebut bersifat asam dan digolongkan ke dalam lachrymatory agent, yang berarti senyawa penyebab air mata.

Efek langsung dari senyawa lachrymatory agent ini pada manusia ialah: menyebabkan iritasi pada mata, membran mukosa, dan paru-paru. Hal tersebut menyebabkan reaksi pada tubuh berupa menangis (akibat iritasi mata), pilek (iritasi mukosa/hidung), batuk-batuk dan muntah (akibat iritasi paru-paru).

Seluruh gangguan kesehatan ini tidak akan menyebabkan kematian, hanya saja membuat tubuh tak nyaman dan berusaha menjauhi pusat gas air mata. Ketika telah menjauh dan memperoleh udara segar, efek dari gas ini akan hilang dalam 10-30 menit.

Mengingat efek serangannya yang sangat seketika dan menyebabkan penderitaan bagi korbannya, maka sangat wajar jika penggunaanya harus dibatasi dan diawasi ketat.

 

Cara Mengatasi Efek Gas Air Mata

Karena umumnya lachrymatory agent ini bersifat asam maka efeknya dapat diminimalisir dan dihilangkan dengan menggunakan anti-asam. Bahan anti asam yang dapat dengan mudah kita temui ialah susu yang mengandung kalsium, magnesium dan mineral lainnya. Pilihan lainnya ialah dengan menggunakan air dingin, namun jangan coba-coba menggunakan mint. Yang terbaik ialah susu kaya mineral.

Jadi setelah mengetaui sains di balik gas air mata, kalian sudah siap untuk melakukan aksi demonstrasi mahasiswa dan gerakan besar lainnya. Ingat aja untuk menyiapkan susu sebagai bahan anti iritasi melawan gas air mata!

Tentu saja, jika kamu adalah panitia demonstrasi, sebaiknya menyiapkan masker gas yang dapat mencegah terhirupnya aerosol CS ke tubuhmu. Dengan cara itu kamu bisa terus berdemonstrasi dengan semangat senang gembira.

Upss. Terakhir, jangan lupa share juga pengetahuan ini ke temanmu sesama aktivis demonstran.

Thanks! Silahkan berkomentar untuk kritik dan saran! Aku tunggu respons kalian.

Pustaka:
1. https://www.independent.co.uk/news/world/world-history/what-is-tear-gas-and-what-are-its-effects-9670302.html
2. https://pubs.acs.org/doi/ipdf/10.1021/acschembio.7b00336
3. https://en.wikipedia.org/wiki/CS_gas

Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

One thought on “Gas Air Mata | Kandungan Kimia, Fakta dan Penanganan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.