hakikat ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari
Hakikat Ilmu Kimia

Hakikat Ilmu Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari

Posted on

Hakiat ilmu kimia merupakan bidang pengetahuan yang sangat luas. Ilmu kimia mempelajari komponen suatu zat, sifat fisis, sifat kimiawi, serta dampaknya terhadap lingkungan. Walaupun sepertinya asing, namun kenyataannya ilmu kimia memiliki peran yagn sangat penting dalam kehidupan.

Ilmu kimia dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan alam karena merupakan bagian penting dalam memahami cabang ilmu pengetahuan alam lainnya.

Di dalam pembahasannya, seringkali ilmu kimia menguraikan cabang ilmu lainnya sebab perannya yang sangat strategis dalam mendukung pengembangan bidang ilmu lain​1,2​. Namun, hal ini juga menjadi tantangan dalam belajar ilmu kimia, sebab ruang lingkup pembahasannya menjadi sangat luas.

Lalu, sampai mana ruang lingkup ilmu kimia sebagai jembatan sains?

Hakikat Ilmu Kimia

Pernahkah terpikirkan bagaimana sabun yang kamu gunakan untuk mandi bisa membersihkan tubuh? Juga bagaimana cara kerja detergen dalam membersihkan baju? Lalu apa komposisiya sehingga bisa membentuk gelembung busa saat terkena air?

Pertanyaan-pertanyaan unik dan menarik ini hanya dapat dijawab oleh cabang ilmu spesifik yakni kimia. Hakikat ilmu kimia ialah mempelajari dan mengamati suatu materi dan perubahannya​3,4​.

Perubahan yang dimaksudkan bisa saja bersifat perubahan fisis ataupun perubahan kimia. Perubahan fisis umumnya merupakan perubahan yang terjadi pada suatu materi tanpa terjadinya perubahan susunan atom ataupun molekul. Sedangkan perubahan kimia merupakan penanda terjadinya reaksi kimia yang menjelaskan terbentuknya susunan atom ataupun molekul yang baru.

Ilmu Kimia Adalah Pengamatan Terhadap Perubahan

Di dalam karakter Kanji China, ilmu kimia dituliskan sebagai “observasi/pengamatan terhadap perubahan yang terjadi”. Hal ini sangat tepat mendeskripsikan ilmu kimia karena ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi dan perubahan yang dialaminya​2​.

Karakter Kanji untuk Ilmu Kimia

Materi didefinisikan sebagai apapun yang memiliki masa dan menempati ruang. Ilmu kimia mengkaji materi dari yang berukuran besar hingga bagian molekul serta atomnya. Dari materi yang bersifat padatan, cairan hingga gas​5​.

Ilmu kimia meliputi berbagai bidang yakni; kimia analitik, kimia fisika, biokimia, kimia organik dan kimia anorganik. Oleh karena itu, pendekatan dalam mempelajari suatu materi ataupun reaksi dapat dilakukan dari berbagai bidang ilmu kimia.

Terkadang dalam penelitian yang sangat baru, pendekatan dari berbagai sisi ini terlihat berbeda, padahal mendeskripsikan satu hal yang sama. Ini seperti kondisi dimana ada sekelompok orang buta yang memegang gajah pada bagian yang berbeda, setiap orang memiliki deskripsi berbeda. Setelah digabungkan barulah menjadi pengetahuan yang utuh mengenai bentuk gajah.

Pun sama halnya dengan bagaimana berbagai bidang ilmu kimia mencoba mendeskripsikan satu materi atau reaksi kimia, pada awalnya akan terlihat berbeda satu sama lainnya. Namun ketika telah terkumpul, pengetahuan tersebut akan memberikan deskripsi yang sempurna tentang materi ataupun reaksi kimia baru tersebut.

Ruang Lingkup Ilmu Kimia

Sejarah ilmu kimia berasal dari Al-Chemist yang pada masa lalu disebut-sebut sebagai pemilik pengetahuan akan obat-obatan, peramal masa depan dan pemilik pengetahuan dari alam magis.

Definisi ini, mirip-mirip dengan frasa “orang pintar” di dalam bahasa indonesia lama, dimana artinya merujuk pada dukun. Ketika menghadapi masalah kesehatan dikonsultasikan ke dukun, ada masalah keuangan larinya ke dukun lagi dan saat ada barang yang hilang juga dicarinya ke dukun. Benar-benar dianggap tahu segala hal.

Namun pada peradaban berikutnya, ilmuwan mulai menyaring pengetahuan Al-Chemist, dari yang bersifat magis menjadi lebih logis dan sistematis. Usaha ini dimulai dari Bapak Ilmu Kimia yakni Jabir Ibnu Hayyan (abad ke-8), penyusunan pejelasan-penjelasan logis ini kemudian dilanjutkan oleh banyak pemikir berikutnya seperti Antoine Laurent Lavoisier, John Dalton, Humphrey Davy dan Dmitri Mendeleev di abad ke-18.

Hasilnya ialah kerangka sains yang mampu menjelaskan fenomena alam yang diamati sehari-hari. Penjelasan mengenai sifat api, air, tanah, udara serta komponen penyusunnya dengan jelas dan logis.

Ini merevolusi ilmu kimia menjadi cabang ilmu yang penggunaanya melingkupi hampir semua bidang sains.

Kimia Vs Fisika

Tidak bisa dipungkiri bahwa ilmu fisika merupakan sains yang lebih mendasar dari kimia. Fisika membahas sifat serta interaksi antara energi, materi dan partikel. Sedangkan ilmu kimia lebih identik hanya pada manipulasi materi saja.


Namun di dalam ilmu kimia terdapat cabang Kimia Fisika yang juga beririsan dengan sifat serta bentuk partikel. Artinya, batasan antara kedua sains ini tidak terlalu jelas.

Tetapi pastinya, pemahaman akan fisika akan berguna dalam ilmu kimia, pun sebaliknya. Dan kedua bidang sains ini didukung kuat oleh perhitungan matematis, yang merupakan bahasa dari sains.

Kimia dan Bidang Sains Lainnya

It’s all down to chemistry!

Semuanya bermuara pada ilmu kimia!

Ilmu kimia memberikan penjelasan yang sistematis untuk beragam aplikasi bidang sains lainnya. Hal inilah yang menyebabkan kimia menjadi pusat pengetahuan sains.

Kajian dalam lingkup biologi, geologi, farmasi, industri, bahkan hingga sejarah dan psikologi, semuanya akan bermuara pada ilmu kimia​4,6​.

Contohnya sederhananya ialah dalam bidang sejarah, merupakan cabang ilmu sosial yang mungkin dianggap tak berkaitan dengan sains, ternyata kisah sejarah hanya dapat terungkap dengan pengetahuan ilmu kimia.

Peneliti sejarah (arkeolog) yang ingin mengetahui persebaran dan gaya hidup orang-orang terdahulu, dapat menggunakan data persebaran kalsium untuk mendeteksi kapan manusia di wilayah tersebut mulai tinggal menetap dan menghentikan gaya hidup nomaden (berpindah-pindah).

Dengan mendeteksi tumpukan kalsium yang terkubur di tanah, kita dapat mengetahui bahwa manusia pada saat itu berkumpul di satu wilayah, kemudian berburu dan mengumpulkan bahan makanan laut, tulang dan cangkang dari makanan tersebut akan tertumpuk di suatu tempat.

Ilmu kimia memberikan penjelasan yang sempurna bahwa akan tertinggal unsur kalsium dari kegiatan manusia di masa lampau tersebut. Analisa keberadaan zat kalsium, penentuan jumlahnya dan definisi spesifik dalam sampel akan memberikan cerita yang lengkap tentang kehidupan manusia pada masa itu.

Di dalam bidang lainnya, seperti psikologi, penanganan untuk menenangkan seseorang yang mengalami stress dan trauma berat dengan zat-zat kimia seperti ketamine dan morphine membutuhkan pengetahuan kimia yang lengkap​7​.

Dengan dua contoh di atas, sehingga dapat dilihat betapa pentingnya ilmu kimia dalam mendukung cabang ilmu lainnya. Hal-hal seperti itulah yang membuat ilmu kimia disebut-sebut sebagai pusat dari ilmu pengetahuan alam.

Ilmu Kimia dan Teknologi

Ilmu kimia adalah sains yang mendukung kehidupan modern dan teknologi. Sirkuit komputer, chip, lampu bahkan plastik pada keyboard yang kamu gunakan sehari-harinya hanya mungkin tercipta melalui proses industri yang didasari oleh ilmu kimia.

Ilmu kimia membuat produksi besi, baja, tembaga, plastik dan berbagai jenis material menjadi lebih murah dan mudah. Penggunaan berbagai material ini di dalam lini industri dan pengembangan teknologi baru yang telah membentuk pola hidup modern kita.

Jadi hakikat ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari ialah berperan dalam menjelaskan sifat suatu materi dan perubahan yang menyertainya. Dalam hal ini, setiap materi dari yang kasat mata hingga pada level atom dapat menjadi obyek kajian ilmu kimia.

Oleh karena itu ilmu kimia dapat melingkupi berbagai hal yang kita jumpai setiap harinya.

Join 10,724 other subscribers

Ref:

  1. (1)
    Brown, T. L.; LeMay, H. E.; Bursten, B. E.; Bursten, B. E. Chemistry: The Central Science; Prentice Hall Englewood Cliffs, NJ, 1994; Vol. 8.
  2. (2)
    Chang, R.; Goldsby, K. A. Chemistry; Mc Graw Hill: New York, 2013.
  3. (3)
    Zumdahl, S. S.; Zumdahl, S. A. Chemistry, Ninth Edition, 9th ed.; Brooks Cole: 20 Davis Drive Belmont, CA 94002-3098 USA, 2014.
  4. (4)
    Moore, J. W.; Vitz, E.; Shorb, J. ChemPRIME: An Online Wiki Textbook with Exemplars. In ABSTRACTS OF PAPERS OF THE AMERICAN CHEMICAL SOCIETY; 2011; Vol. 242.
  5. (5)
    Bewick, S.; Edge, J.; Forsythe, T.; Parsons., R. Chemistry; CK Foundation: Palo Alto, 2009.
  6. (6)
    Shorb, J. M.; Vitz, E.; Moore, J. W. ChemPRIME Wiki-Text: The Chemistry behind Your Favorite Subject. In ABSTRACTS OF PAPERS OF THE AMERICAN CHEMICAL SOCIETY; 2010; Vol. 240.
  7. (7)
    Meisner, Robert. C. Ketamine for major depression: New tool, new questions https://www.health.harvard.edu/blog/ketamine-for-major-depression-new-tool-new-questions-2019052216673 (accessed Mar 4, 2020).
Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.