kacamata ion nano hoax
klaim kacamata ion nano yang bohong semua.

Kacamata Ion Nano HOAX : Penjelasan Ilmiah, Sederhana dan Lengkap

Posted on

Setelah pembahasanku mengenai penipuan air-air ajaib berkhasiat, beberapa orang mengirimkan email meminta membahas tentang kacamata ion nano, apakah HOAX atau benar?

Sebenarnya ini agak terlambat membahasnya, sebab dari kominfo.go.id juga sudah mengonfirmasi bahwa ini iklan-iklan dari penjual kacamata tersebut ialah disinformasi dan penipuan​1​. Tapi akan aku bahas lebih mendalam dengan penjelasan ilmiah di di artikel ini.

Pengantar

Dengan semakin mudahnya berbagi informasi, maka semua orang tak segan-segan menyampaikan pendapat dan pengetahuannya.

Namun, sayangnya ini juga menjadi bumerang sebab banyak yang merasa lebih pandai dari ilmuwan ataupun pelajar sains. Oleh karena itu, sekedar penjelasan:

“Ini adalah penipuan, tidak terbukti secara ilmiah, percaya dehh.. Saya ini peneliti kimia”

Penjelasan seperti di atas sudah tidak lagi berguna, sebab masyarakat menuntut penjabaran yang lebih logis dan sitematis.

Apa itu Kacamata Ion Nano?

Sebagian besar orang indonesia pasti sudah mengerti apa itu kacamata. Namun apa itu Ion dan Nano? Apa maknanya ketika ditempelkan pada kata “Kacamata”?

Ion di dalam ilmu kimia ialah suatu zat atau senyawa yang kehilangan elektronnya. Jadi di alam ini, semua zat kimia tersusun oleh atom, atom tersebut tersusun oleh elektron, ketika zat tersebut kehilangan satu elektron atau lebih maka disebut sebagai ion.

Contoh paling sederhana dari ion ialah pada garam. Rumus kimia garam $\ce {NaCl}$, ketika dilarutkan ke air, garam akan larut menjadi ion $\ce {Na+}$ dan $\ce {Cl-}$.

Dalam contoh ini, maka keberadaan ion merupakan hal yang baik bagi kesehatan. Sebab ion garam dibutuhkan oleh tubuh kita dalam kadar tertentu.

Tetapi dalam kasus lainnya, seperti zat radikal bebas dari Oksigen (ROS) dan Nitrogen (RNS), merupakan zat yang kehilangan elektron sehingga membentuk ion tetapi berbahaya sebab menjadi penyebab penyakit​2​.

Jadi ion tidak selalu berdmpak positif untuk tubuh, tetapi bisa juga berdampak negatif.

Nano adalah istilah yang merujuk pada ukuran nanometer. Kata nano biasanya digunakan untuk menunjukkan bahwa ukuran dari molekul tersebut sangat kecil.

Jadi Kacamata Ion Nano adalah kacamata yang memiliki ion berukuran nano atau memproduksi ion berukuran nano?

Tapi ternyata definisi tersebut tidak keluar dari mulut penjualnya, definisi yang disebutkan oleh penjualnya ialah:

  1. Kacamata kesehatan K-Ion Nano terbuat dari bahan unik Thermoplastic Rubber (TR) dengan teknologi nano.

  2. K-Ion Nano dapat memancarkan energi Anion (Ion Negatif) dan Sinar Infra Merah Jarak Jauh (FIR) dalam bentuk partikel nano yang sangat baik bagi kesehatan mata.

  3. K-Ion Nano dapat membantu menyegarkan mata dan menjaga kesehatan mata​3​

Dua kalimat pertama di atas itu yang diucapkan berulang oleh banyak penjual kaca mata ion. Jadi bisa dikatakan bahwa definisi mereka tentang kacamata ion nano ialah seperti itu.

Kalimat-kalimat tersebut tidak koheren, nggak nyambung. Kalimat pertama mengatakan bahwa terbuat dengan teknologi nano. Di kalimat kedua dikatakan memancarkan partikel nano.

Kalau dibuat dengan teknolgi nano artinya penerapan teknologi nano digunakan untuk membuat kacamata tersebut. Sedangkan kalau memancarkan partikel nano, berarti kacamatanya bisa memproduksi partikel nano.

Material Kacamata Ion Nano ialah Plastik

Untuk ide bahwa kacamata dibuat dengan teknologi nano, ini masih mungkin saja dilakukan. Tetapi memancarkan partikel nano, itu tidak mungkin dilakukan oleh sebuah kacamata yang tipis dan tak punya sumber energi.

Apalagi dijelaskan bahwa bahan yang digunakan sebagai kerangka kacamata ini ialah Thermoplastic Rubber (TPR) yaitu jenis plastik yang umum digunakan untuk material mainan, alat otomotif, pelapis kabel dan vulkanisir ban​4​. Tidak ada yang spesial dari bahan pembuat kaca mata ini, sebab Thermoplastic Rubber (TPR) itu dibuat dari bahan yang sama dengan plastik biasa, yakni bitumen, dari minyak bumi​5​.


Artinya tidak mungkin itu dibuat menggunakan teknologi nano, sebab tidak diperlukan. Juga tak mungkin plastik ini mengeluarkan radiasi FIR apalagi menghasilkan partikel nano. Hal yang sama juga untuk kaca yang digunakan, tak mungkin menghasilkan FIR ataupun partikel nano.

Jadi berdasarkan definisi dalam promosinya saja kacamata ion nano ialah hoax atau setidaknya bohong.

Manfaat Kacamata Ion Nano

Berbagai manfaat kesehatan yang diklaim oleh penjual kacamata ion nano ini diantaranya adalah:

  • Energi Anion (Ion Negatif) yang dipancarkan K-Ion Nano bisa meningkatkan sistem imunitas dan memperkuat fungsi tubuh.
  • Anion juga dapat menambah suplai oksigen di sekitar mata agar mata tidak mudah terasa lelah dan tetap nyaman.
  • Mengatasi rabun jauh, rabun dekat, mata lelah, mata kering, katarak, kantung mata, dan migrain.

Ini hanyalah sebagian dari klaim-klaim yang dibuat oleh penjualnya. Kalau dibaca lagi dari setiap penjual, pasti ada klaim yang lebih heboh dan “wah..” lagi.

Penipuan dan Kebohongan Manfaat Kacamata Ion Nano

K-Ion Nano bisa meningkatkan sistem imunitas dan memperkuat fungsi tubuh. Sebelumnya sudah aku bahas kalau produksi ion nano dari kacamatan ini tak mungkin, kemudian efek kesehatannya seperti imunitas dan memperkuat fungsi tubuh jelas lebih khayal lagi.

Jika ada ion yang mampu meningkatkan imunitas dan memperkuat fungsi tubuh, itu mungkin ion yang sifatnya dikonsumsi, bukan yang ada di luaran tubuh, apalagi ion dari alat yang hanya menempel di kepala kemudian tak ada sumber energinya sama sekali.

Anion dapat menambah suplai oksigen di sekitar mata agar mata tidak mudah terasa leleah dan tentap nyaman. Siapapun yang menuliskan kalimat tersebut sama sekali tidak mengerti ilmu kimia, ilmu kesehatan dan juga sains secara umumnya.

Anion tidak bisa menambah suplai oksigen. Oksigen tidak terpengaruh oleh anion jenis apapun, sebab molekul gas oksigen di udara sudah berada pada kondisi stabilnya, $\ce{O2}$.

Jika ingin menambah kadar oksigen di udara, maka dilakukan dengan menambahkan gas oksigen (dari tabung) ataupun menggunakan oksigen chamber yang sering digunakan dalam fasilitas-fasilitas perawatan kulit.

Mata adalah organ yang sangat sensitif, salah satu dampak dari kekurangan oksigen ialah kebutaan mata. Sebab mata memperoleh sebagian besar oksigennya dari udara langsung, bukan dari darah​6​.

Walaupun begitu, pada kenyataanya, mata tidak pernah kekurangan oksigen pada kondisi normal. Jika kita hidup di dataran rendah dengan kadar oksigen yang normal, maka mata tidak memerlukan oksigen tambahan. Kecuali kalau kamu menggunakan lensa kontak pada mata yang mungkin mengganggu distribusi oksigen ke mata​6​.

Seperti senyawa kimia penting lainnya, kebutuhan gas oksigen pada mata juga ada batasannya. Kelebihan oksigen dapat menyebabkan kerusakan pada retina mata​7,8​. Jadi usulan untuk memberikan oksigen lebih banyak dari yang sudah ada di udara ialah ide buruk. Apalagi cara menambahkan oksigennya dengan kacamata ion nano yang hoax.

Mengatasi rabun jauh, rabun dekat, mata lelah, mata kering, katarak, kantung mata, dan migrain. Tidak ada alat yang dapat menyelesaikan seluruh masalah tersebut.

Sederhananya, permasalahan di atas itu spesifik dan kompleks. Rabun jauh disebabkan oleh bentuk bola mata yang lebih panjang sehingga cahaya tidak jatuh di tempat yang tepat, sedangkan penyebab rabun dekat ialah bola mata yang terlalu pendek. Dari dua kelainan itu, penyebabnya jelas-jelas berlawanan, tidak masuk akal kalau ada satu alat yang bisa menyelesaikan kedua masalah tersebut. Makanya solusinya untuk saat ini ialah kacamata dengan lensa cekung (rabun jauh) dan lensa cembung (rabun dekat) agar cahaya jatuh di area yang tepat sehingga terlihat jelas.

Mata lelah, mata kering, katarak, kantung mata dan migran, setiap kelainan tersebut memiliki penyebab yang spesifik sehingga solusinya juga sangat spesifik. Tidak mungkin digunakan satu alat untuk menyelesaikan seluruh permasalahan tersebut.

Itulah beberapa alasan bahwa promosi Kacamata ION Nano HOAX yang digunakan hanya untuk mengambil keuntungan bagi perusahaannya.

Penjelasan yang saya berikan bisa dipertanggung jawabkan berdasarkan pustaka yang saya cantumkan, silahkan dibaca jika ingin dijadikan referensi.

Jika ingin bertanya ataupun diskusi, silahkan di kolom komentar, atau melalui kontak di web ini.

Thaks!

Pustaka

  1. (1)
    kominfo, kominfo. [DISINFORMASI] Manfaat dari Kacamata ION Nano https://www.kominfo.go.id/content/detail/19623/disinformasi-manfaat-dari-kacamata-ion-nano/0/laporan_isu_hoaks (accessed Feb 16, 2020).
  2. (2)
    Phaniendra, A.; Jestadi, D. B.; Periyasamy, L. Free Radicals: Properties, Sources, Targets, and Their Implication in Various Diseases. Ind J Clin Biochem 2014, 11–26. https://doi.org/10.1007/s12291-014-0446-0.
  3. (3)
    Radzi, R. K-Ion Nano k-link.co.id/product/k-ion-nano/ (accessed Feb 12, 2020).
  4. (4)
  5. (5)
    Nayler, P. Bitumens: Modified. In Encyclopedia of Materials: Science and Technology; Elsevier, 2001; pp 645–650. https://doi.org/10.1016/b0-08-043152-6/00123-6.
  6. (6)
    L. Chan, A. This Will Make You Never, Ever Want To Sleep In Your Contact Lenses Again https://www.huffpost.com/entry/sleep-in-contacts-cornea-oxygen-infection_n_5635255.
  7. (7)
    Beehler, B.; C, C. Oxygen and The Eye; Aeromedical Reviews; USAF School of Aerospace Medicine, Aerospace Medical Division (AFSC): TEXAS, 1964.
  8. (8)
Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

6 thoughts on “Kacamata Ion Nano HOAX : Penjelasan Ilmiah, Sederhana dan Lengkap

  1. iya, memang banyak yang bohong
    ini mau jelasin ke adik yang pada pakai gelang magnetis / inframerah atau apalah namanya ….. gimana jelasinnya yah? bukan masalah harganya tapi masalah keyakinan pada gelang yang takutnya menjadikan syirik .
    kalau gelang Akar bahr atau kayu Kaoka sih gampang jelaskannya, tapi kalau yang di jual di TV kan harus benar2 ilmiah 🙂

  2. hahahaha… aku suka cara analisanya nih.
    aku gak sampai analisa sedetail itu, hanya sempat analisa dalam hal sederhana mengenai plastik tadi dan lensa yang digunakan juga bukan lensa minus atau anti radiasi

  3. Wah ternyata gitu ya? Lebih waspada lagi sama promo yang membawa-bawa nama ‘ion negatif’.
    Bahas alergi dari sudut pandang ilmu kimia dong Mpuz.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.