Paradox Iphone
Paradox Iphone

Paradox IPHONE

Posted on

Salah satu hal paling menarik di dalam dunia sains teoritis ialah adanya paradox. Salah satu yang paling terkenal ialah paradox perjalanan waktu dan paradox zeno. Paradox ini biasanya muncul dari pikiran manusia, tetapi bisa juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 

Kalian pasti sudah tidak asing dengan yang pertama, karena sering sekali digunakan di film-film, kartun, dan novel fiksi sains. Begini gambaran singkatnya: 

Jika manusia menemukan mesin waktu, kemudian seseorang menggunakan mesin waktu tersebut untuk membunuh dirinya sendiri ketika masih bayi. Maka bagaimana mungkin kejadian tersebut dapat terjadi? Bukankah dia seharusnya tidak menemukan mesin waktu kalau mati saat bayi? Tetapi bukankah dia tidak akan mati saat bayi kalau tidak menemukan mesin waktu?

Yap itu yang terkenal sebagai paradox perjalanan waktu. Salah satu kejadian tersebut tak mungkin terjadi tanpa kejadian lainnya.

Kemudian paradox yang kedua datang dari seorang matematikawan Yunani bernama Zeno. Pada masa hidupnya, Zeno membuat banyak pardox, namun yang paling terkenal berjudul “Achilles and Tortoise”. Ini cerita singkatnya:

Tortoise menantang Achilles untuk lomba lari. Tetapi karena Achilles adalah prajurit dengan badan yang prima dan kaki yang cepat, maka ia memberikan titik start lebih depan 10 meter untuk Tortoise. Sekarang asumsikan lomba dimulai, maka pada saat Achilles mencapai 10 meter, dimana posisi Tortoise? lebih dari 10 meter kan? Sebab Tortoise sudah bergerak juga, jarak baru ini anggap saja $10+x$m. Lalu ketika Achilles bergerak lagi mencapai $10 +x$m, dimana posisi Tortoise? Lebih dari $10 + x$ kan? Sebab Tortoise sudah bergerak juga, jarak baru ini misalkan ialah $10+x+y$. Maka bagaimanapun Achilles melaju mencapai jarak baru Tortoise, Tortoise telah berada di depan Achilles karena dia bergerak juga.

Artinya Achilles tidak akan pernah memenangkan pertandingan ini. 

Paradox Zeno ini sangat terkenal karena kemampuannya berfikir diatas hukum alam. Kita semua tahu bahwa di kehidupan nyata, Achilles akan memenangkan pertandingan ini, sebab dia lebih cepat. Tetapi di dalam asumsi dan logika yang disampaikan Zeno, alasan bahwa Achilles tidak akan menang sangatlah logis dan tak terbantahkan. Atau setidaknya perlu waktu cukup lama bagi matematikawan untuk menyelesaikan paradox ini. 

Kalian bisa baca penjelasan paradox-nya di situs berbahasa inggris ini: Zeno’s Paradox of the Tortoise and Achilles.

Sekitar tiga tahun yang lalu, setelah sampai di Jepang, aku memutuskan untuk membeli Iphone 5 bekas. Handphone ini masih normal dan aku gunakan hingga sekarang. 

Sejak dibelinya Iphone 5 ku ini tidak pernah kuberi pelindung kaca. Begini alasannya:

Iphone adalah produk yang sangat mahal karena kualitas dan fiturnya yang nyaris sempurna. Membeli Iphone berarti ingin menikmati layar dengan kualitas premium, jernih, HD dan tahan gores.


Kalau aku pasang pelindung layar, maka layar Iphone akan aman terlindungi dan tidak tergores. Tetapi ingat, bahwa pelindung ini akan tergores, dan aku tidak lagi bisa menikmati kualitas HD dan premium dari layar Iphone. Artinya setelah mengeluarkan uang lebih banyak, aku tetap tidak bisa menikmati kualitas premium, HD dan tahan gores dari Iphone karena adanya pelindung layar (yang mungkin lebih murah).

Jadi paradox. Jika tidak dipasang pelindung, maka layar akan gores, tetapi jika dipasang pelindung maka layar tidak bisa dinikmati maksimal jadi percumah membeli Iphone kalau kamu cuma mau layar standard yang bisa gores dan tidak lagi jernih. 

Paradox serupa juga ada ketika seseorang membeli barang-barang mahal. Misalkan tekstil, tas dengan harga sebutlah 10juta. 

Tas dengan harga 10juta ini selain didesain dengan unik dan bagus, juga dibuat dengan sangat teliti, bahan-bahan dan jahitannya dibuat sesempurna mungkin agar kualitasnya premium, kuat, dan terjamin awet. 

Namun Pembeli tas tersebut melihatnya sebagai barang mewah. Artinya barang mewah harus selalu dijaga. Dengan logika tersebut, akhirnya Si Pembeli lebih sering menyimpan tas mahal tersebut karena khawatir jika sobek, kotor, dicuci berulang-ulang akan membuat tas mewah tersebut rusak atau berubah warnanya. 

Padahal ingat kan kalau proses produksi tas tersebut dibuat agar awet dan tahan walaupun dicuci berulang-ulang? Pewarna tas tersebut diuji di laboraturium agar tahan luntur walau dicuci berulang kali. 

Artinya, ketika tas tersebut dibeli dan lebih sering disimpan karena dianggap “barang mewah” sebenarnya itu sudah menghilangkan harga diri Si Tas. Sebab harganya yang mahal diperoleh karena dalam produksinya mempertimbangkan untuk penggunaanya berkali-kali. 

Secara keseluruhan ini aku sebut Paradox Iphone, dimana orang membeli barang mewah tanpa tahu kualitas, performa dan produksinya sehingga secara tidak langsung membuat proses produksinya yang berharga jadi sia-sia.

Jadi kalau kalian punya sepatu Nike dengan harga fantastis, kemudian jarang dipakai, maka mulailah menggunakannya untuk lari pagi. Sebab harga yang kalian bayar harus sesuai kualitasnya yang premium!

Ini pendapatku sih, kalau salah yah.. Maaf. 😛

Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.