Pemuda Bulan

Posted on

Aku termenung dalam sore nan indah merah marun
Dan ketika malam tiba
Aku meraung menikmati pelukan kegelapan
Sepi yang kurasa, karena lebatnya rimba

Aku pemuda bulan yang merana
Aku pemuda bulan tanpa kerabat
Aku pemuda bulan yang berkelana
Aku pemuda bulan yang mencari sahabat


Jika saja Laki-laki Serigala ada disini
Aku hanya ingin menjadi budaknya
Ya.. Dia sang penguasa kegelapan di singgasana tebing tertinggi
Dan kami menyebarkan teror paling berbahaya

Aku pemuda bulan yang merana
Aku pemuda bulan tanpa kerabat
Aku pemuda bulan yang berkelana
Aku pemuda bulan yang mencari sahabat

Ketika sang fajar datang perlahan
Kuku-kuku tajamku melembut
Rona diwajahku berubah senyuman
Aku berjalan dengan tenang lalu kemudian terhanyut

4 thoughts on “Pemuda Bulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.