Pengertian Larutan dan Konsep Kelarutan

Posted on

Lingkungan sekitarmu terbuat dari beragam larutan, atau campuran yang homogen. Air yang kamu minum juga merupakan larutan yang berisi beberapa jenis logam dan zat lain. Sedangkan air yang kotor memiliki lebih banyak zat terlalut berbahaya di dalamnya. Kali ini kita akan mengulas tentang pengertian larutan dan konsep kelarutan jika dilihat dari bidang ilmu kimia. Simak penjelasan di bawah ini:

Pengertian Larutan dan Konsep Kelarutan

Materi mengenai pengertian larutan ini sangatlah penting untuk mengawali pelarajan kimia. Banyak sekali anak yang melewatkan materi ini dan akhirnya bingung mengenai perbedaan larutan, senyawa murni, pelarut, dan campuran.

Sebelum mengenal cara preparasi larutan menggunakan Alat-alat laboraturium kimia, sebaiknya kalian memahami tentang larutan secara umum.

Pengertian Larutan

Definisi dari larutan ialah suatu zat/materi yang didalamnya tercampur materi/zat lainnya. Di dalam larutan, terdapat pelarut (solvent) dan zat terlarut (solutes). Pelarut merupakan zat yang jumlahnya lebih banyak, dan zat dengan jumlah yang lebih sedikit ialah zat terlarut.

Jika kalian masih bingung perbedaan antara larutan dan zat murni, maka berikut ini pembedanya. Zat murni seperti Air (H2O) memiliki komposisi yang fix. Kita tidak bisa mengubah rasio Hidrogen pada air menjadi 1,3, atau 4, begitu pula pada Oksigen, kita tidak bisa mengubah rasionya tanpa menyebabkan terbentuknya zat baru.

Contohnya jika pada Air kita mencoba menambahkan rasio atom O maka terbentuklah H2O2, merupakan senyawa baru yang sangat beracun. Jauh berbeda dari sifat air.

Tetapi larutan juga memiliki perbandingan komposisi. Perbandingan komposisi ini menyatakan rasio jumlah dari dua atau lebih zat yang membentuk larutan.

Contohnya saja kalian dapat membuat larutan yang pekat dan tidak terlalu pekat berdasarkan perbandingan komposisi dari dua zat tersebut.

Pada gambar berikut ini, larutan teh yang kanan memiliki perbandingan komposisi teh lebih banyak daripada yang kiri. Hal ini juga dapat diterapkan pada larutan gula, garam dan larutan lainnya.

pengertian larutan dan konsep kelarutan
pengertian larutan dan konsep kelarutan

Ketika suatu zat terlarut dilarutkan oleh pelarut untuk membentuk larutan (solvent) tidak terjadi reaksi kimia. Sehingga pelarut dan zat terlarut dapat dipisahkan hanya dengan pemisahan fisik, seperti penyaringan, pengendapan, ataupun distilasi.

Larutan itu dapat berupa padatan, cairan maupun gas. Beragam kombinasi dari pelarut dan zat terlarut mungkin saja terjadi.


Contohnya gas bisa saja larut dalam cairan, seperti karbonat pada minuman berkarbonasi (kokakola, panta, dan sprit).

Jadi jangan kembali berfikir secara tradisional bahwa pengertian larutan itu adalah campuran zat cair saja. Berikut ini contoh lainnya dari larutan dari tiga fasa.

Beberapa tipe larutan
Zat TerlarutPelarutContoh
GasGasUdara, gas alam, asetilen oksigen
GasCairMinuman Berkarbonasi, air di sungai(mengandung oksigen terlarut)
GasPadatHidrogen dalam Platinum
CairGasUap air di udara, bensin di udara
CairCairAlkohol dalam air, asam dalam air
CairPadatAmalgam seperti merkuri dalam perak
PadatGasPartikel debu di udara
PadatCairLarutan gula, garam dll
PadatPadatAlloy

Baca Juga: Larutan Elektrolit dan Larutan

Pengertian Kelarutan dan Kejenuhan Larutan

Definisi kelarutan ialah kemampuan suatu zat terlarut untuk bisa larut dalam suatu pelarut. Kelarutan setiap zat berbeda-beda tergantung dengan daya tarik antar partikelnya.

Pengertian kelarutan dari suatu zat merupakan jumlah dari zat terlarut yang dapat terlarut dalam sejumlah pelarut tertentu pada keadaan tertentu. Contohnya ialah kelarutan dari NaCl dalam air ialah 36 g/100 mL air pada 20oC.

Larutan jenuh terbentuk ketika dalam suatu larutan tidak dapat dilarutkan lagi sejumlah zat terlarut. Atau dalam kata lain, jumlah zat terlarut di dalam larutan telah mencapai nilai maksimumnya.

Contohnya pada larutan garam, memiliki kelarutan maksimum 36 g/100 mL air pada 20oC. Maka jika ditambahkan lagi sejumlah garam pada larutan ini, garam tersebut tidak akan larut dan hanya akan mengendap di dasar larutan. Ini merupakan keadaan larutan yang telah jenuh.

Baca Juga: Pengertian Larutan Asam Basa

Larut Atau Tidak Larut?

Suatu zat terlarut dikatakan dapat larut dalam suatu pelarut jika kelarutannya ialah lebih dari 1 g/100 mL pelarut. Sementara suatu zat terlarut dikatakan tidak larut dalam suatu pelarut ialah jika kelarutannya sangat kecil, dibawah dari 0,1 g/100 mL pelarut.

Sedangkan pada jumlah yang diantara keduanya disebut sebagai agak larut atau sedikit larut.

Minyak tentu saja tidak akan larut dalam air, begitu pula lemak dan oli. Ketidak larutan ini bukan karena kejenuhan suatu larutan, tetapi karena sifat non polar dari minyak, lemak dan senyawa-seyawa organik lainnya.

Air merupakan pelarut polar, sedangkan minyak merupakan senyawa non polar, karena itulah minyak tidak dapat larut dalam air. Tetapi minyak akan dapat larut dalam pelarut non polar, seperti benzena, aseton dan bensin sedangkan air tidak dapat larut.

 Reff::
+Ryerson, High School Chemistry 11, Mc Graw-Hill
+Keenan W Charles, Kleinfelter C Donald, Wood H Jesse, 1984, Ilmu Kimia Untuk Universistas, Erlangga

Artikel Kimia ini termasuk dalam proyek Cara Belajar Kimia Online

Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

4 thoughts on “Pengertian Larutan dan Konsep Kelarutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.