Pengertian Reaksi Eksoterm dan Endoterm, Termokimia

Posted on

Setelah pembahasan sebelumnya tentang Energi Potensial dan Energi Kinetik, kali ini kita beralih ke pembahasan mengenai reaksi kimia dalam termokimia. Dalam termokimia, dikenal ada dua reaksi berdasarkan aliran energinya yaitu endoterm dan eksoterm. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui pengertian reaksi eksoterm dan endoterm bagi pelajar kimia. Simak penjelasannya di bawah ini:

Energi Kimia, Sistem dan Lingkungan

Sebelum mempelajari mengenai termokimia, kalian harus mampu membedakan antara sistem dan lingkungan. Sistem merupakan bagian dari alam semesta yang menjadi fokus pengamatan kita, sedangkan Lingkungan adalah seluruhnya yang ada di alam.

Setiap zat di alam ini memiliki energi potensial yang berasal dari komposisinya. Dalam hal ini energi tersebut disimpan dalam bentuk ikatan kimia yang populer diistilahkan Energi Kimia.

Semakin tinggi energi dari suatu ikatan kimia, maka semakin tidak stabil zat tersebut, artinya ikatan ini semakin mudah putus (tidak kuat).

Baca Juga: Pengertian Energi Aktivasi

Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Reaksi Eksoterm dan Endoterm
Ilustrasi Sederhana Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Suatu reaksi kimia dapat menghasilkan energi atau menyerap energi. Energi ini bisa dalam bentuk panas.

Reaksi Eksoterm

Reaksi Eksoterm adalah reaksi yang menghasilkan panas dari sistem ke lingkungan.

Ini adalah reaksi yang sangat umum kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja ketika menyalakan kompor gas, terjadi reaksi antara Propana (C3H8) dengan gas Oksigen (O2) yang menghasilkan CO2, H2O dan panas.

Panas yang dihasilkan pada reaksi pembakaran ini merupakan bukti adanya reaksi eksoterm, yaitu reaksi yang memberikan panas dari sistem ke lingkungan.

Contoh reaksi eksoterm ini ialah reaksi pembakaran Metana. Skema reaksi termokimia ini ialah seperti pada gambar:


Panah warna merah merupakan energi panas yang dilepaskan dari sistem ke lingkungan, dan PE merupakan perubahan energi potensial (energi kimia senyawa) dari reaktan menjadi produk.

Dalam setiap reaksi eksoterm, sebagian energi potensial (energi kimia) dikonversi dalam bentuk ikatan kimia(baru) dan sebagian sisanya dikonversi menjadi panas.

Reaksi Endoterm

Reaksi Endoterm adalah reaksi yang menyerap panas dari lingkungan ke sistem. Panas dari lingkungan akan diserap oleh sistem kemudian diubah menjadi ikatan kimia.

Contoh dari reaksi Endoterm ialah antara N2 dan O2 yang menghasilkan senyawa oksida nitrogen (NO). Skema reaksi termokimianya ialah seperti pada gambar berikut:

Panah berwarna merah menunjukkan energi panas yang diserap dari lingkungan menuju ke sistem, dan PE merupakan perubahan energi potensial dari reaktan menjadi produk.

Pada reaksi ini, jumlah energi potensial reaktan ditambah dengan panas yang diserap sistem akan sama dengan energi potensial dari produk. Dengan kata lain, panas yang diserap akan sama dengan PE.

Pembahasan mengenai energi kimia ini sangat penting. Pengetahuan mengenai pengertian reaksi endoterm dan eksoterm diperlukan agar tidak salah melakukan reaksi kimia. Jika melakukan reaksi eksoterm di laboraturium dengan reaksi yang spontan dan temperatur yang sangat tinggi, maka dapat mengakibatkan ledakan (explosion).

Oke, sekian dulu, selanjutnya kita akan belajar mengenai Pengertian Entalpi dan Kalorimetri.

Thanks for reading. 😀

Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

One thought on “Pengertian Reaksi Eksoterm dan Endoterm, Termokimia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.