Icon Klaten “Candi Perambanan”

Posted on
Ciit… Temanku mengerem tiba-tiba…
“Knapa??” tanyaku
“Kebelet” Jawab temanku.
Strategi kami berlanjut menggunakan Masjid sebagai basis kami untuk keperluan MCK. Tetapi sekarang kami tambahkan Ibadah wudhu yang Alhamdulillah menyegarkan manusia yang sudah 2 hari tidak mandi ini.
Setelah keluar masjid aku baru saja menyadari bahwa kami telah tiba di salah satu ikon kota Klaten, yahh… Candi perambanan. Kami berada di masjid tepat di depan candi perambanan. Aku sudah yakin bahwa candi perambanan tepat di depan kami, sehingga menolak ajakan temanku mengendarai motor. 
“Parkir di sini aja” Ucapku
“Sudah dekat fud??” Ujar temanku
“Tepat di depan kita” Jawabku
“Yakin?”
“Tentu”
Aku memang ingat benar masjid tempat kami stop, karena setahun yang lalu aq juga telah berpetualang ke Yogyakarta dengan Kereta Api. Jangan di tanyakan soal kelas, Pastilah ekonomi yang irit dan berjubel itu. 
Kami berjalan masuk melewati areal parkir langsung menuju loket masuk. Dengan mengeluarkan Selembaran 50 ribuan (Yang kembali 4ribu) kami mendapatkan kartu masuk ke candi Prambanan. Mahal memeng, tapi tak apa pikirku, kartu masuknya bagus bisa dijadikan bukti kami sudah ke Prambanan.  Ketika di gerbang masuk, ternyata kartu masuknya diambil oleh petugas, dengan berat hati dan ribuan kutukan ku serahkan kartu masuk itu..
Di Area Candi yang pertama kita jumpai adalah Toilet, entahlah siapa yang mengatur posisi toilet ini di pintu masuk, dan apa tujuannya?.. 
“Fud, Mandi Fud??” Temanku berkata
“Ha?? stres apa, liat aja tuhh yang ngantri panjang, g usah lahh..”jawabku
Sebuah pilihan yang bijak tentunya karena satu jam setelah itu ada panggilan terhadap petugas toilet, karena air di toilet macet. Kali ini Sudah benar-benar kandas harapan temanku untuk mandi.. 
Setelah percekcokan tentang mandi berakhir, kami langsung go up to the Perambanan Temple!!!. Tanpa di komando temanku langsung asik jepret sana, jepret sini sesuka hatinya.

“Mas..mas.. tolong fotoin donk..” Pinta temanku.
Al hasil……..

Luar biasa memang jika memikirkan bagaimana menyusun batu-batu unik ini menjadi bangunan yang kokoh. Sudah pasti orang-orang terdahulu memiliki kemampuan arsitektur yang luar biasa melebihi para ilmuwan masa kini. Namun yang menggelikan adalah Mengapa mereka menyembah patung patung batu ini?? padahal jelas bahwa merekalah sang Pencipta kumpulan batu-batu ini. Aku cukuplah menikmati keindahan susunan batuan yang dihiasi arca ini. tak perlu berlebihan.


 
Setelah puas berkeliling areal candi Perambanan kami memutuskan untuk menginap di rumah saudara. Dengan modal tampang yang sok ramah kami bertanya kesana kemari perkara alamat yang kami miliki.
Setelah mereka-reka keterangan warga sekitar kami dapat menemukan Alamat tujuan kami… Akhirnya kami pun dapat merasakan Air yang benar-benar mampu mensucikan jasad kami.. Gemericik air sore itu ialah yang kami nantikan sepanjang hari…

Perjalanan panjang berakhir pada satu kepuasan batin. 

Eits… masih lanjut lho… perjalanan ke wonosobo dan pulangnya gak kalah seru…

5 thoughts on “Icon Klaten “Candi Perambanan”

  1. Iya ehh.. habisnya g kuperhatikan.. thanks yahh sarannya.. Sory-sory ada kesalahan teknis itu.. tp dah ku post kok yang terbaru..

    aq yang keren 😀 … di tebak aja, n jangan lupa disapa kalau ketemu.. hihihi

  2. wew, Huda gimana sih..coba yang ini —> selengkapnya tuh narohnya jangan di akhir2 dong… coba di atur pas di tengah2 kek.

    Kirain tadi habis penutupnya terus ada lanjutan panjang-lebar di Wonosobo, eh pas buka habis ceritanya…to be continue neh ?!uhuhu

    btw, itu kamu yang jaket ijo pa yang abu2?! feeling ku sih kamu yang abu2..rada pendiem…hahaha :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *