Foto Pusat Kota Tsukuba
Foto Pusat Kota Tsukuba

Perjalanan Ke Tsukuba – Kota Pusat Sains di Jepang

Posted on

Bulan lalu aku mengikuti sebuah konferensi kimia molekular di kota Tsukuba, ada poster penelitian yang aku presentasikan. Dalam konferensi ini, sebenarnya ada beberapa topik yang sangat menarik dan berhubungan dengan risetku, tetapi sayangnya kebanyakan presenternya berbahasa Jepang, maklum saja acaranya dilaksanakan oleh Molecular Simulation Society of Japan. Nah.. Karena kebetulan aku menginap di rumah teman di Tsukuba, jadi sempat berjalan-jalan dan melihat kota ini. Inilah perjalanan ke Tsukuba Pusat Sains di Jepang:

Sebenarnya aku sudah dengar tentang Kota Tsukuba ini sejak lama, di sana ada JAXA atau gampangnya ialah NASA-nya Jepang. Uniknya ialah kita bisa masuk dan melihat-lihat isi dari pusat penelitian JAXA ini karena dimasukkan sebagai science park.

Silicon Valley-nya Saintis Jepang

Kalian pasti pernah membaca atau dengar tentang Silicon Valley? Tempat dimana start up teknologi berkembang sangat pesat dengan kondisi kota teknologi terbaik di dunia. Nah.. Tsukuba ini dirancang sebagai Silicon Valley buat para saintis di Jepang. Jadi semacam syurga-nya saintis Jepang.

Dulunya di antara Tokyo dan Ibaraki, ada tiga desa, yang kemudian pada tahun 1960 dijadikan menjadi satu kota bernama Tsukuba. Pendirikan kota ini ditujukan agar menjadi pusat institusi penelitian. Digadang-gadang dengan nama Tsukuba Science City yang didesain untuk menguraikan kepadatan Tokyo dan Yokohama sebagai pusat penelitian sains. 

Jadi awal pendirian kota ini memang ditujukan sebagai pusatnya penelitian dan menjadi yang terdepan dalam riset dan teknologi. Pembangunannya telah dilakukan sejak lebih dari 70 tahun yang lalu. 

Saat ini hampir di seluruh sisi kota berisi institusi penelitian sains dan teknologi. Dari sains material, kesehatan hingga urusan langit dan antariksa ada di satu kota. 

Sebenarnya selain Silicon Valley dan Tsukuba, model kota seperti ini juga ada di Jerman, tetapi aku lupa nama kotanya. Hehe sory. 

Di Tsukuba kalian bisa menemukan peneliti dari berbagai bidang, dari peneliti kanker, material, pertanian hingga antariksawan. Berbagai institusi sains di Tsukuba bisa kalian lihat daftarnya disini: Tsukuba Science City Network.

Bahasa Inggris di Mana Saja!

Lingkungan sosial di Tsukuba sangat berbeda dengan di Jepang! Aku tahu kalau di Tokyo, Kyoto dan Hokkaido, Bahasa Inggris itu sudah sangat umum. Tetapi di kota Tsukuba ini, kalian bisa hidup hanya dengan Bahasa Inggris total! Hampir di setiap sudut kota ini orang-orang berbicara dengan Bahasa Inggris! 

Seluruh institusi sains yang menuntut kolaborasi antar saintis mungkin telah membentuk lingkungan yang sangat internasional di Tsukuba. Bahasa Inggris menjadi sangat umum, bahkan asimilasi budaya bisa dengan mudah terjadi di tempat ini karena jumlah orang asingnya yang sangat banyak. 


Salah satu hal yang paling membuatku suka dengan kota Tsukuba ini ialah mudahnya mencari makanan halal. Kalian bisa mendapatkan makanan halal ala China (Uyghur), makanan halal Thailand, Indonesia, India, Turki dan banyak sekali jenisnya. Pokoknya enak sekali untuk hidup. Mungkin satu-satunya kekurangan dari kota ini ialah tidak ada tempat rekreasi yang benar-benar menarik untuk rileks. Kecuali kalian suka museum sains!

Sayangnya aku hanya bisa menginap di Tsukuba 3malam, berangkat di hari Selasa dan pulang hari Jum’at, itu karena tiket shinkansenku ditanggung kampus. Tiga hari penuh ikut seminar, jadi hanya ada waktu jalan malam hari dan pagi-pagi sekali, tidak sempat masuk ke museum sains atau bahkan ke JAXA yang gratis. 

Lingkungan Kota yang Selaras dengan Alam

Akhirnya aku jalan-jalan di pagi hari sekali untuk melihat taman-taman di sekitar kota Tsukuba. Menariknya, kota ini didesain memiliki jalur pejalan kaki dan pesepedah di bagian tengah ruas kota.

Lebih dari 10km jalan di bagian tengah kota yang mengakses pusat-pusat keramaian ada jalan khusus pejalan kaki dan pesepedah. Sepanjang jalan ini kalian akan melihat rimbunan pepohonan, taman-taman kota dan beberapa jembatan penyebrangan.

Ini konsep yang menurutku paling menarik dari kota Tsukuba. Selama tiga hari, aku melalui jalan poros ini setiap harinya. Jalan ini memungkinkan akses ke wilayah kampus Tsukuba University, Rumah Sakit Tsukuba, Tsukuba Station, NIMS (National Institute of Material Science), JAXA, dan AIST(National Institute of Advance Science and Technology). 

Foto-foto di kota Tsukuba

Beberapa foto sempat aku ambil di bagian jalur pejalan kaki dan pesepedah di dalam kota Tsukuba. Ini di bagian dekat Tsukuba Station dan Mall: 

Kemudian jalan ini tembus ke bagian belakang dari NIMS dan JAXA, ini beberapa fotonya:

Dan yang paling bagus di depan AIST, di sini ada banyak sekali ginkobiloba yang daunnya gugur seperti karpet kuning. Ini dia foto-fotonya:

Yap! Itu rangkuman perjalananku di Tsukuba, walaupun sebenarnya nggak bisa dibilang jalan-jalan karena nggak masuk ke museum ataupun tempat terkenalnya, tetapi karean sedang musim gugur tetap bisa menikmati keindahan kotanya. Simak juga perjalananku pada musim gugugur ke Pulau Miyajima di Hiroshima dan Tempat Wisata Musim Gugur di Okayama. 

Thanks for reading! 

Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

2 thoughts on “Perjalanan Ke Tsukuba – Kota Pusat Sains di Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.