Rintihan Kertas Putih

Posted on

Coretan,.. benang kusut,.. luberan tinta…
Menjadikanku lembaran sampah
Pupus harapku… Tuk jadi penebar hikmah
Hanya tersisa prasangka

Duhai pena,…
Mengapa kau goreskan tintamu?
Mengisi batin ini, mewarnai rasa ini..
Apa engkau sedang meramu?
Ramuan kata tuk luluhkan hati ini


Melihat liuk itu.. Melihat arsiran itu..
Ada corak bunga di lajur baris
Selarik pucat layu
Dan sisanya kuncup, bersemi tipis..

Kelembutan goresan itu, takkan menyobekku
Namun diujung waktu, tintamu kan mengering..
Dan ada rasa yang tertinggal..
Di sobekan lusuh yang telah menua.

Tuk sahabatku, Yang Banyak penggemarnya.. 😀
 M. Mahfuzh Huda
Ditemani Kopi hangat, dan sedikit rasa bersalah..  Malang, Hujan pertama

2 thoughts on “Rintihan Kertas Putih

    1. Mmm.. Wanita itu ibarat kertas putih.. sedang pria ialah pena. Pria sering menuangkan isi hatinya pada wanita, dan wanita akan merasa tersanjung, berbunga.. Namun jika tak serius itu hanya akan membuat wanita gusar, dan seperti kertas lusuh yang menua..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *