Seberapa Sakitnya Bom Bunuh Diri dalam Perspektif Sains?

Posted on

Hari minggu yang lalu, berita sedih mewarnai media massa dan sosial di Indonesia. Peristiwa terorisme terjadi kembali dan kali ini kisahnya datang dari satu keluarga. Satu keluarga termasuk anaknya yang masih kecil dan lugu itu harus merasakan ledakan bom, yap.. Ledakan bom..  Maksudku kalian terbayang nggak sih gimana sakitnya terkena bom?

Melihat kejadian bahwa tetap ada yang meledakkan diri, bahkan mengajak anaknya, oleh karena itu kurasa perlu penjelasan secara saintifik agar rakyat jelata bisa mengerti dan memahami kalau ledakan bom itu menyakitkan. Aku akan menggunakan pendekatan ilmu kimia fisika dan biologis untuk menggambarkan betapa sakitnya berada di samping bom yang meledak.

Rasa sakit anak-anak gaza
Rasa sakit anak-anak gaza

Mengapa orang melakukan teror bom?

Kurasa kalian sudah banyak membaca di media massa bahwa penyebab dari orang-orang melakukan teror bom ialah tujuan agama, walaupun lebih ke karena doktrin buta yang salah. Ada juga yang menuliskan analisa bahwa ini adalah rangkaian konspirasi global.

Aku berfikir.. dan berfikir.. Karena aku enggak terlalu pintar untuk memahami agama dan konspirasi, maka yang ada dipikiranku ialah:

Orang melakukan bom bunuh diri karena tidak mengerti secara fisika apa yang terjadi saat ledakan, tidak faham bagaimana reaksi otak saat tubuh hancur dan tak punya gambaran betapa sakit dan menderitanya momen ketika setiap inci daging tercerai berai .

Oleh karena itu aku akan gambarkan sakitnya!

 

Jenis-jenis Bom dalam Aksi

Hal pertama yang menjadi fokusku ialah jenis bom. Sebab jenis-jenis bom yang digunakan ini akan menentukan seberapa energi ledaknya, dan itu juga mempengaruhi jenis luka dan rasa sakit apa yang dirasakan oleh pelaku dan korban bom.

Dari situs berita tribun dan aku malas cek di banyak media, ada setidaknya empat jenis bom yang digunakan pelaku terorisme:

Bom TNT

Peledak ini digunakan pada kasus bom bali 2002 (Amrozi CS). TNT memiliki daya ledak yang mengerikan. Dalam kasus tersebut digunakan 1kg TNT yang menyebabkan 202 korban jiwa dan 209 luka.

Peledak berbasis amonium nitrat (ANFO)

Sebenarnya tidak ada rilis resmi mengenai jenis bahan peledak dalam banyak kasus bom rakitan. Aku nggak tahu apa informasinya disembunyikan atau memang kita tak punya cukup teknologi untuk mengungkapkan jenis peledaknya. Tapi pendapatku secara pribadi sih mungkin disembunyikan. Maka aku ambil contoh peledak yang biasa digunakan untuk blasting di tambang, yaitu ANFO.

Bom Panci

Jenis bom ini digunakan di Buahbatu Bandung pada 2017 lalu. Sebenarnya bom panci ini yang paling ringan diantara dua yang telah kusebutkan diatas. Tetapi daya hancurnya bisa ditambah jika di dalam panci diisi material besi tajam.


 

Level Sakit terkena Bom

Sebagai awalan, silahkan baca beberapa level sakit yang aku temukan di internet ini:

Level Rasa Sakit
Level Rasa Sakit

Ada setidaknya lima fenomena kimia dan fisika yang terjadi ketika bom meledak yang mampu merusak struktur fisik (menghancurkan).

Peristiwa ledakan bom
Peristiwa ledakan bom

Blast Wave

Gelombang energi yang dihasilkan dari partikel udara disekitar yang bergerak lebih dari kecepatan suara. Tekanan dari bom yang meningkat secara instant menghasilkan gelombang ini. Blast Wave ini menyebabkan kerusakan struktur fisik seperti tubuh yang tercincang tak berbentuk. Sedetik sebelum terkenanya, jaringan tubuh pasti merasakan sakitnya, otak yang masih berfungsi sepersekian detik merasakan total rasa sakit disekujur tubuh sekaligus. Dimana daging tercincang, terlepas dari tulangnya dan terbakar menjadi abu, semuanya ditangkap oleh otak.

Shockwave

Gelombang kejut super cepat yang dihasilkan dari setiap partikel yang bertabrakan dengan partikel lainnya. Ini bisa menembus material termasuk jaringan tubuh dan menyebabkan sakit yang luar biasa di tingkat seluler.

Panas dan Terbakar

Rasa sakit lainnya ialah dari sel kulit dan daging yang terbakar. Bahan eksplosif menyebabkan temperatur yang meningkat dan nyala api yang luar biasa panas. Ini akan membakar sel dari kulit hingga daging. Kalau pernah terbakar di beberapa bagian tubuh, silahkan bayangkan itu disekujur tubuh, bahkan mata. Segitu level sakitnya.

Serpihan Logam

Sakit lainnya yang disebabkan dari ledakan bom berasal dari serpihan logam yang bergerak cepat akibat tekanan yang tinggi. Ini umum digunakan di bom panci dan molotov dimana serpihan besi dan paku diisikan di dalam panci/botol. Serpihan logam yang bergerak cepat ini seperti peluru yang ukurannya lebih kecil kemudian menghujam tubuh dari berbagai sisi.

Hembusan Angin

Terakhir ialah yang paling sering kalian lihat di film-film, yaitu pada adegan pemeran utama terdorong akibat bom. Peristiwa tersebut merupakan bagian akhir dari bom yang paling ringan, itulah sebabnya pemeran utama masih hidup pasca ledakan. Itu film! Kalau di dunia nyata nggak ada yang tahu akhirnya. Hembusan angin kencang ini bisa menerbangkan tubuh dan menyebabkan patah tulang ataupun kematian seketika.

Itulah lima hal yang terjadi ketika bom meledak. Jika kita hubungkan kelima dampak bom dengan level rasa sakit yang ada di atas. Maka setidaknya level sakit terkena dampak bom ialah kombinasi dari level 5 hingga level 10.

Jangan mengira karena mati seketika maka kita tidak merasakan sakit, sebab otak manusia itu bekerja secepat rambatan foton, nyaris tidak berselang antara kontak ledakan ke tubuh untuk sampai ke otak sebagai rasa sakit. Manusia bisa merasakan itu dalam kepanikan dilokasi kejadian.

Sekarang bayangkan itu terjadi pada anak yang kemarin anda lihat masih tersenyum dan bermain. Bayangkan itu terjadi pada anak anda, isteri, bahkan sahabat yang anda temui hari ini.

 

Reff:

https://science.howstuffworks.com/blast-resistant-clothing1.htm

wikipedia

dll

Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

2 thoughts on “Seberapa Sakitnya Bom Bunuh Diri dalam Perspektif Sains?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.