Pengertian Senyawa Ionik dan Kovalen

Posted on

Salah satu materi kimia dasar yang sangat penting untuk para pelajar ialah mengenai klasifikasi senyawa kimia. Semua senyawa kimia yang kita gunakan sehari-hari sebenarnya telah dikelompokkan oleh ilmuwan berdasarkan sifat unsur penyusunnya. Berdasarkan ikatan yang dibentuk oleh unsur penyusunnya, senyawa dibedakan menjadi dua, senyawa ionik dan kovalen. Penjelasan tentang keduanya bisa kalian simak di bawah ini:

Senyawa Ionik dan Kovalen

Secara umum, perbedaan senyawa ionik dan kovalen dijelaskan oleh tabel di bawah ini:

Pengertian Senyawa ionik

Garam dapur (NaCl) merupakan contoh paling sederhana dari suatu senyawa ionik. Maka NaCl memiliki semua perilaku sebagai senyawa ionik.

Perilaku ini dipengaruhi oleh jenis ikatan yang terjadi pada senyawa NaCl (garam dapur), yaitu ikatan ionik.

Baca Juga: Contoh Senyawa Ion dalam Kehidupan

Pengertian Senyawa kovalen

Karbon dioksida (CO2) merupakan senyawa kovalen  yang sudah sangat kita kenali dalam kehidupan sehari-hari.

Perilaku dan sifat karbon dioksida di alam sangat bersesuaian dengan ciri perilaku dari senyawa kovalen.

Perilaku ini dipengaruhi oleh ikatan kovalen yang terdapat pada senyawa CO2.

Ikatan Ionik dan Kovalen

Ikatan kimia merupakan konsep yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana suatu unsur berinteraksi dengan unsur lainnya untuk membentuk senyawa dengan sifat yang spesifik dan unik.

Ikatan kimia melibatkan interaksi antara elektron valensi dari suatu unsur. Elektron valensi ialah elektron pada lapisan terluar dalam suatu atom.

Pengertian Ikatan Ionik

Ketika dua atom bertukar elektron, satu atom kehilangan  (1/lebih) elektron valensinya dan atom lainnya mendapatkan (1/lebih) elektron, maka kedua atom itu membentuk suatu ikatan Ionik.

Ikatan semacam ini sering kali terjadi antara unsur logam dan unsur nonlogam. Dimana jika kita merujuk pada materi sebelumnya tentang sifat keelektronegatifitasan, diketahui bahwa unsur logam memiliki energi ionisasi yang rendah sedangkan non logam memiliki afinitas elektron yang tinggi.

Sehingga unsur logam cenderung akan melepaskan elektronnya sedangkan non logam akan menerima/menarik elektron. Gabungan keduanya ini akan membentuk senyawa ionik.

Pengertian Ikatan Kovalen

Ketika dua atom berbagi (1/lebih) elektron untuk digunakan secara bersamaan maka akan membentuk ikatan kovalen.

Ikatan ini sering kali terjadi pada unsur non logam dengan unsur non logam, memungkinkan terjadi antara unsur logam dan non logam jika unsur logamnya memiliki energi ionisasi yang cukup tinggi.

Cara mentukan jenis ikatan senyawa


Setelah mengetahui jenis senyawa, maka selanjutnya ialah kita harus tahu bagaimana menentukan jenis ikatan kimia pada suatu senyawa.

Cara yang paling sederhana ialah dengan mengamati sifat fisis senyawa tersebut. Namun cara ini sering kali kurang akurat. Beberapa senyawa dapat memiliki sifat ionik dan  sifat kovalen.

Contohnya; Senyawa hidrogen klorida(HCl), memiliki titik lebur dan titik didih yang rendah, hal ini membawa pada kesimpulan bahwa HCl merupakan ikatan kovalen. Tetapi HCl bersifat sangat larut dalam air dan dapat menghantarkan listrik dalam bentuk larutannya, kedua sifat ini merupakan sifat ikatan ionik. Jadi HCl termasuk senyawa berikatan apa? Ionik atau kovalen?

Satu-satunya cara menjawabnya ialah dengan mengamati sifat periodik dari unsur.

Pengertian Elektronegatifitas

Elektronegatifitas (EN)  merupakan kemampuan suatu atom untuk menarik satu elektron dalam suatu ikatan kimia.

Elektronegatifitas merupakan suatu sifat periodik seperti halnya ukuran jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron.  Di bawah ini merupakan data elektronegatifitas unsur:

Tren dari elektronegatifitas berkebalikan dengan trend ukuran atom.

Dengan menggunakan data elektronegatifitas unsur, kita dapat menentukan jenis ikatan yang terjadi dalam suatu senyawa, caranya ialah dengan menghitung ∆EN, yaitu perbedaan elektronegatifitas unsur.

∆EN yang besar menunjukkan bahwa senyawa memiliki ikatan ionik, sedangkan ∆EN kecil menunjukkan bahwa senyawa berikatan kovalen.

Berikut ini range perbedaan elektronegatifitas unsur serta jenis ikatan yang mungkin terjadi:

Berdasarkan data ini, maka ikatan HCl dapat kita ketahui berdasarkan ∆EN,
∆EN= Eklorida – E hidrogen
∆EN= 3,14-2,20 =  0,96 

Karena 0,96 ialah lebih kecil dari 1,7 maka ikatan yang dibentuk HCl ialah ikatan kovalen polar.

Reff:: 

Ryerson, High School Chemistry 11, Mc Graw-Hill

Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *