Ilustrasi larutan Iodine ungu
Ilustrasi larutan Iodine ungu

Uji Betadine Pada Beras

Posted on

Karena di akhir 2018 kemarin banyak sekali yang PM, DM, dan bertanya langsung ke saya tentang berbagai pesan whatsapp, iklan produk, dan berbagai isu sains di masyarakat, akhirnya di 2019 ini aku putuskan untuk membuat Ensiklopedia HOAX Nasional. Untuk mengawalinya di 2019 ini, datang dari temanku melalui WA, tentang uji betadine pada beras. Bagiamana kebenarannya? Simak penjelasanku di bawah ini:

Beras, siapa sih yang nggak takut kalau beras yang dikonsumsi setiap harinya mengandung zat kimia? Sebagai orang Indonesia yang makanan pokoknya berupa beras, pasti banyak sekali ibu-ibu yang khawatir kalau berasnya dicampurin bahan kimia.

Maka beberapa waktu lalu ada sebuah screenshoot yang cukup viral di dunia maya mengenai uji betadine pada beras seperti ini:

Screen Capture informasi yang viral

Kandungan Betadine

Pertama-tama aku akan jelaskan tentang kandungan kimia dari betadine. Betadine yang kita kenas secara komersial ini sebenarnya menggunakan bahan aktif bernama Povidone-iodine.

Povidone-iodine merupakan campuran dari larutan iodine dan Natrium Iodida. Bahan ini merupakan desinfektan atau bahan antibakteria yang mampu mencegah pembusukan pada luka.

Oh ya, iodine itu bentuk ion dari unsur kimia Yodium yang terdapat pada garam. Aku sudah pernah bahas di sini: biografi unsur yodium.

Itu sekedar pengenalan betadine. Nah.. Sekarang kita bicarakan kandungan bahan aktifnya, yaitu larutan iodine. Larutan iodine dalam keadaan aslinya berwarna cokelat gelap, persis seperti betadine yang kita kenal sehari-harinya.

Iodine merupakan bahan yang sangat aktif bereaksi dan dapat memunculkan berbagai warna. Bahkan jika tidak terkena apapun iodine bisa bereaksi dengan cahaya!

Di dalam percobaan yang viral itu, betadine diteteskan ke beras, kemudian diamati perubahan warnanya.


Sebenarnya salah satu penggunaan umum dari larutan iodine ialah untuk uji kandungan amilum pada makanan. Ketika ekstrak dari makanan diberi larutan iodine maka akan menghasilkan warna ungu hingga biru gelap.

Jadi uji yang dilakukan pada beras tersebut merupakan uji amilum. Hasil yang muncul membuktikan bahwa beras mengandung amilum.

Kandungan alami Beras

Secara kimiawi, kandungan dari beras ialah rantai polisakarida. Polisakarida ini nantinya akan bereaksi dengan air dan menghasilkan amilum. Ketika beras dimasak menggunakan air, polisakarida di dalamnya akan dipecah menjadi amilum, yang merupakan karbohidrat rantai sederhana, atau bahasa sederhananya nasi.

Jadi ketika beras di tetesi betadine, reaksi yang terjadi ialah antara Iodine dengan amilum sehingga menghasilkan warna ungu hingga biru gelap. Hal ini membuktikan bahwa beras tersebut agak lembab/mengandung air sehinngga di bagian luar, polisakaridanya telah berubah menjadi amilum.

Jika masih penasaran dengan uji amilum ini, kalian bisa gunakan nasi kemudia ditumbuk diberi air dan ditetesi amilum. Nanti hasilnya akan berupa cairan berwarna ungu atau biru gelap.

Kesimpulannya, uji beras menggunakan betadine ini membuktikan bahwa di dalam beras terkandung amilum atau karbohidrat sederhana. Karbohidrat merupakan sumber energi pada manusia. Tetapi bagaimanapun faktanya ialah karbohidrat yang kita makan setiap harinya merupakan senyawa kimia, tapi tidak membahayakan, justeru malah sangat baik sebagai sumber energi bagi tubuh.

Saya tidak tahu siapa penulisnya ataupun motivasinya apa ini bercanda atau serius. Tetapi yang jelas penyesatan ke masyarakat seperti ini harusnya tidak diperluas lagi.

Selain pada beras, ada banyak percobaan serupa yang diujikan pada berbagai jenis bahan makanan. Intinya sama, warna ungu yang muncul bukan karena kandungan senyawa kimia berbahaya melainkan karena adanya kandungan amilum.

Jadi jangan mudah panih hanya karena warna ungu yang muncul terlihat mengerikan dan berbahaya. Teliti kembali fenomena ilmiah yang terjadi atau tanyakan kepada teman kalian yang mengerti sains. Jangan mudah menyebarkan informasi yang seperti ini.

Thanks for reading.

Mengaku-ngaku sebagai penulis sejak 2013, tak satupun buku yang berhasil dituliskan. Amatir Garis Keras!

3 thoughts on “Uji Betadine Pada Beras

  1. Ada ada saja kelakuan (kebanyakan) warga Negara Berkembang, setelah sebelumnya Kopi Luwak di sambet api terus kebakar auto disebut bubuk mesiu, dan sekarang ini… I mean… Really, dude?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.